Skripsi Quiet Quitting dalam Lingkungan Kerja Modern

Quiet quitting menjadi istilah yang banyak diperbincangkan dalam dunia kerja modern, terutama di kalangan generasi muda yang merasakan tekanan kerja yang tinggi. Quiet quitting bukan berarti berhenti bekerja secara fisik, tetapi berhenti untuk “memberikan lebih” dari apa yang tertulis dalam deskripsi pekerjaan. Individu tetap bekerja, namun hanya sebatas batas kewajiban formal tanpa memaksakan diri untuk lembur, mengambil tugas tambahan, atau berusaha melampaui target secara berlebihan.

Fenomena ini muncul sebagai respons terhadap budaya kerja yang menuntut produktivitas tinggi namun tidak selalu memberikan imbalan atau kesejahteraan yang sepadan. Banyak pekerja merasa bahwa dedikasi berlebih sering kali tidak dihargai, sehingga mereka memilih untuk menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Dengan kata lain, quiet quitting merupakan bentuk self-protection atau mekanisme pertahanan diri.

Dalam konteks psikologi kerja, quiet quitting dapat dipahami sebagai titik di mana motivasi intrinsik karyawan menurun. Hal ini sering dipengaruhi oleh lingkungan kerja yang tidak suportif, kepemimpinan yang otoriter, kurangnya pengakuan, hingga ketidakjelasan jenjang karier. Ketika karyawan merasa tidak berkembang, mereka cenderung melakukan disengagement atau menarik diri secara emosional dari pekerjaannya.

Dalam ruang lingkup penelitian skripsi, fenomena quiet quitting menjadi menarik karena melibatkan dimensi psikologis, sosial, hingga profesional. Penelitian ini dapat diarahkan pada analisis faktor penyebab, dampak terhadap produktivitas, atau strategi manajemen perusahaan dalam mengatasi hal tersebut. Penelitian yang tepat dapat memberikan kontribusi pada pengembangan kebijakan terkait kesejahteraan karyawan.

Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya work-life balance, quiet quitting bukan sekadar tren sementara, tetapi cerminan perubahan nilai dalam dunia kerja modern. Ini menjadikan fenomena tersebut relevan untuk diteliti secara ilmiah, terutama dalam konteks skripsi yang berkaitan dengan manajemen, psikologi, atau sumber daya manusia.

Baca Juga: Skripsi Quarter Life Crisis pada Mahasiswa Masa Akhir

Karakteristik Fenomena Quiet Quitting di Lingkungan Kerja Modern

Quiet quitting memiliki ciri yang cukup jelas dan dapat diamati dalam aktivitas keseharian karyawan. Karyawan yang menerapkan quiet quitting biasanya hanya menyelesaikan pekerjaan sesuai jam kerja formal dan tidak bersedia bekerja melebihi batas tersebut. Mereka juga cenderung menghindari terlibat dalam proyek tambahan yang tidak memiliki dampak langsung pada penilaian kinerja atau kompensasi.

Selain itu, fenomena ini sering kali tidak disertai penurunan kualitas kerja secara signifikan. Karyawan tetap bekerja dan memenuhi target, tetapi tidak lagi terlibat secara emosional. Hal ini membuat quiet quitting berbeda dari low performance, karena pekerja masih aktif tetapi tidak berpartisipasi dalam “budaya kompetisi organisasi”.

Dalam beberapa kasus, quiet quitting terjadi karena karyawan merasa kurang dihargai. Ketika usaha tambahan tidak mendapatkan respon positif atau hanya dianggap sebagai tugas yang harus dilakukan, motivasi karyawan melemah. Mereka kemudian mengurangi keterlibatan untuk menghindari rasa kelelahan emosional atau burnout.

Generasi muda, terutama generasi Z, cenderung lebih vokal terkait keseimbangan hidup. Mereka tidak ragu menolak tugas tambahan jika tidak terdapat kompensasi jelas. Hal ini menandakan perubahan paradigma kerja: bukan lagi “hidup untuk bekerja”, tetapi “bekerja untuk hidup”.

Maka, quiet quitting dapat dipahami sebagai bentuk penyesuaian sikap terhadap lingkungan kerja yang tidak ideal. Dalam skripsi, karakteristik ini dapat dianalisis melalui pendekatan kualitatif, observasi lapangan, atau kuesioner sebagai pengumpulan data.

Langkah Penelitian Skripsi Mengenai Quiet Quitting

Untuk menyusun skripsi bertema quiet quitting, beberapa langkah berikut dapat diterapkan:

  • Menentukan fokus penelitian: penyebab, dampak, atau strategi penanganan quiet quitting.

  • Menyusun rumusan masalah dan tujuan penelitian yang jelas.

  • Menentukan metode penelitian (kualitatif lebih umum digunakan untuk fenomena ini).

  • Menentukan subjek penelitian seperti karyawan perusahaan tertentu atau pekerja freelance.

  • Menyusun instrumen wawancara atau kuesioner yang menggali motivasi dan pengalaman kerja.

  • Mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, atau dokumentasi.

  • Menganalisis data menggunakan teknik analisis tematik atau model interaktif.

  • Menyusun hasil penelitian dalam bentuk temuan dan pembahasan.

  • Menyusun rekomendasi untuk perusahaan atau pihak terkait.

  • Menyelesaikan laporan akhir sesuai pedoman akademik kampus.

Jasa konsultasi skripsi

Contoh Judul Penelitian dan Variabel Quiet Quitting

Contoh Judul Skripsi:

  • Fenomena Quiet Quitting pada Karyawan Perusahaan Startup.

  • Pengaruh Burnout terhadap Sikap Quiet Quitting pada Karyawan Perbankan.

  • Strategi Manajemen SDM dalam Mengurangi Quiet Quitting di Lingkungan Kerja.

Contoh Variabel Penelitian:

  • Variabel Bebas (X): Burnout, Culture Perusahaan, Kepuasan Kerja.

  • Variabel Terikat (Y): Sikap Quiet Quitting.

Contoh Subjek Penelitian:

  • Karyawan generasi Z di perusahaan kreatif.

  • Karyawan administrasi di lembaga pendidikan.

  • Pegawai kontrak pada perusahaan swasta.

Tantangan dan Upaya Mengatasi Quiet Quitting

Quiet quitting dapat memengaruhi produktivitas jika terjadi secara massal dalam organisasi. Perusahaan juga dapat mengalami penurunan inovasi karena partisipasi karyawan melemah. Untuk mengatasi hal ini, perusahaan perlu meningkatkan keterbukaan komunikasi, memberikan penghargaan yang sesuai, serta menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kesejahteraan mental.

Pemimpin juga harus mampu memberikan apresiasi dan feedback yang konstruktif. Kepemimpinan yang suportif akan membantu karyawan merasa dihargai. Selain itu, perusahaan dapat menyediakan program pengembangan diri dan jenjang karier yang jelas agar karyawan melihat masa depan dalam pekerjaannya.

Dengan perencanaan dan komunikasi yang baik, quiet quitting dapat diminimalisir tanpa harus memaksakan budaya lembur atau “kerja berlebihan” yang tidak sehat.

Baca Juga: Skripsi Quasi Eksperimen dalam Penelitian Pendidikan

Kesimpulan

Fenomena quiet quitting menunjukkan adanya perubahan paradigma kerja di era modern, di mana keseimbangan hidup menjadi prioritas utama. Karyawan tidak lagi ingin terjebak dalam budaya kerja yang menuntut produktivitas berlebih tanpa penghargaan yang setimpal. Hal ini menjadikan quiet quitting relevan untuk diteliti dalam konteks akademik dan praktis.

Skripsi mengenai quiet quitting dapat memberikan pemahaman mendalam terkait motivasi karyawan, dinamika lingkungan kerja, serta strategi organisasi dalam menciptakan tempat kerja yang sehat. Dengan penelitian yang tepat, hasilnya dapat membantu perusahaan menyesuaikan budaya kerja agar lebih manusiawi dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, quiet quitting bukan sekadar tren, tetapi refleksi kebutuhan emosional, sosial, dan profesional dalam ruang kerja modern. Penelitian mengenai fenomena ini penting untuk mendukung terciptanya dunia kerja yang lebih baik bagi semua.

Ketahui lebih banyak informasi terbaru dan terlengkap mengenai skripsi dengan mengikuti terus artikel dari Skripsi Malang. Dapatkan juga bimbingan eksklusif untuk skripsi dan tugas akhir bagi Anda yang sedang menghadapi masalah dalam penyusunan skripsi dengan menghubungi Admin Skripsi Malang sekarang juga! Konsultasikan kesulitan Anda dan raih kelulusan studi lebih cepat.

This will close in 20 seconds