Desain penelitian campuran mixed methods adalah pendekatan yang memadukan metode kualitatif dan kuantitatif dalam satu rangkaian penelitian. Penggabungan ini dilakukan untuk menghasilkan pemahaman yang lebih lengkap, baik melalui data numerik maupun data naratif. Dalam praktik akademik, mixed methods menjadi pilihan ketika satu metode saja tidak cukup untuk menjawab rumusan masalah secara komprehensif.
Pendekatan ini memungkinkan peneliti menangkap fenomena dari dua sudut pandang: objektivitas angka dari metode kuantitatif dan kedalaman makna dari metode kualitatif. Karena itu, desain mixed methods dianggap sangat fleksibel dan memberikan gambaran yang luas mengenai topik yang diteliti.
Baca Juga: Memahami Dimensi Penelitian Sosial Secara Komprehensif
Filosofi Penelitian dalam Desain Mixed Methods
Pendekatan mixed methods lahir dari pertemuan dua paradigma besar, yaitu positivistik dan konstruktivistik. Peneliti yang menggunakan desain ini harus memahami bagaimana kedua paradigma tersebut dapat berjalan berdampingan. Hal ini termasuk cara menentukan posisi teori, logika berpikir, serta kedalaman analisis yang ingin dicapai.
Mixed methods bukan hanya soal menggabungkan dua teknik, tetapi juga bagaimana peneliti menyatukan cara pandang dan landasan teoritisnya. Dengan memahami filosofi dasarnya, penelitian dapat berjalan konsisten dan tidak saling bertentangan.
Jenis-Jenis Desain Penelitian Mixed Methods
Desain penelitian campuran memiliki beberapa tipe, dan peneliti harus memilih yang paling sesuai dengan kebutuhannya. Pemilihan desain akan menentukan urutan penggunaan metode, teknik analisis, hingga alur integrasi data.
Beberapa tipe desain mixed methods yang umum digunakan antara lain:
-
Sequential Explanatory: Dimulai dengan kuantitatif, dilanjutkan dengan kualitatif sebagai penjelas.
-
Sequential Exploratory: Dimulai dengan kualitatif, dilanjutkan dengan kuantitatif sebagai penguat.
-
Concurrent Triangulation: Kualitatif dan kuantitatif dilakukan secara bersamaan untuk melihat konsistensi hasil.
-
Embedded Design: Salah satu metode melekat pada metode utama untuk memperkaya hasil.
Subjudul ini menjadi salah satu bagian yang boleh menggunakan poin, karena jenis desain sering membutuhkan pemetaan yang jelas.
Proses Integrasi Data pada Desain Penelitian Campuran
Integrasi data adalah jantung dari penelitian mixed methods. Tanpa integrasi, penggabungan kedua metode tidak memiliki makna yang kuat. Integrasi dilakukan untuk melihat hubungan antara temuan kualitatif dan kuantitatif sehingga peneliti dapat menghasilkan interpretasi yang lebih kaya.
Integrasi dapat dilakukan pada berbagai tahap, mulai dari perencanaan, pengumpulan data, analisis, hingga penarikan kesimpulan. Dalam praktiknya, integrasi sering dilakukan dengan cara menyandingkan, menggabungkan, atau menghubungkan hasil kedua metode.
Poin yang kadang muncul dalam subjudul ini:
-
Integrasi harus dilakukan secara sistematis.
-
Hasil kualitatif dan kuantitatif harus saling mendukung.
Teknik Pengumpulan Data dalam Penelitian Mixed Methods
Desain penelitian campuran memberikan kebebasan bagi peneliti untuk menggunakan berbagai teknik pengumpulan data, baik kualitatif maupun kuantitatif dalam satu penelitian. Teknik yang digunakan harus selaras dengan tujuan penelitian dan jenis desain mixed methods yang dipilih.
Peneliti dapat menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi, survei, hingga kuesioner. Penerapan teknik yang beragam ini memungkinkan peneliti untuk menggali fenomena secara luas sekaligus mengukur variabel secara terstruktur. Teknik pengumpulan data juga harus direncanakan seimbang agar tidak hanya fokus pada satu pendekatan.
Analisis Data dalam Desain Penelitian Campuran
Setelah semua data terkumpul, tahap berikutnya adalah proses analisis. Dalam mixed methods, analisis dilakukan dua kali: masing-masing metode dianalisis berdasarkan karakteristiknya, lalu hasilnya diintegrasikan. Inilah yang membuat analisis mixed methods lebih kompleks dibandingkan penelitian tunggal.
Pada data kuantitatif, analisis dilakukan dengan bantuan statistik. Pada data kualitatif, analisis dilakukan melalui coding, kategorisasi, dan tematisasi. Setelah kedua analisis selesai, peneliti melakukan penyatuan makna untuk mendapatkan gambaran yang utuh.
Subjudul ini juga dapat berisi poin, seperti:
-
Analisis harus dilakukan sesuai sifat metode masing-masing.
-
Integrasi dilakukan setelah analisis individual selesai.
Baca Juga: Memahami Teori Customer Value untuk Bisnis Modern
Kesimpulan
Desain penelitian campuran mixed methods memberikan perspektif yang lebih lengkap dalam memahami suatu fenomena. Dengan menggabungkan data numerik dan narasi mendalam, peneliti dapat menghasilkan temuan yang lebih akurat dan menyeluruh. Pendekatan ini sangat cocok digunakan ketika peneliti membutuhkan bukti kuat sekaligus penjelasan yang mendalam.
Melalui pemahaman konsep dasar, jenis desain, teknik pengumpulan data, proses integrasi, dan metode analisis, penelitian mixed methods menjadi salah satu pendekatan paling kuat dalam dunia akademik. Pendekatan ini tidak hanya memperluas cakupan penelitian, tetapi juga meningkatkan kualitas interpretasi dan keakuratan hasil.
Ketahui lebih banyak informasi terbaru dan terlengkap mengenai skripsi dengan mengikuti terus artikel dari Skripsi Malang. Dapatkan juga bimbingan eksklusif untuk skripsi dan tugas akhir bagi Anda yang sedang menghadapi masalah dalam penyusunan skripsi dengan menghubungi Admin Skripsi Malang sekarang juga! Konsultasikan kesulitan Anda dan raih kelulusan studi lebih cepat.


