Apa itu Wawancara Terbuka? Pengertian, Jenis, beserta Contohnya

Salam pembaca setia! Mari kita memulai perjalanan intelektual yang mengasyikkan dengan topik menarik yang pasti akan menggugah rasa ingin tahu kita: Wawancara Terbuka. Sebuah istilah yang mungkin sudah tidak asing lagi, tetapi apakah kita benar-benar telah memahaminya sepenuhnya? Apakah kita sudah mengeksplorasi segala aspek yang melingkupi konsep ini? Jika belum, jangan khawatir, karena dalam artikel ini kita akan menjelajahi setiap sudut pandangnya dengan detail yang mendalam.

Di tengah-tengah pembicaraan tentang cara mendapatkan informasi yang baik, Wawancara Terbuka muncul sebagai salah satu teknik yang cukup menarik. Ini adalah metode yang memberi kebebasan kepada orang yang diwawancarai untuk berbicara apa pun yang mereka inginkan. Tidak ada batasan yang mengikat, tidak ada pertanyaan yang harus diikuti secara ketat. Mari kita lihat lebih dekat tentang apa yang sebenarnya dimaksud dengan Wawancara Terbuka dan mengapa kita harus memahaminya lebih baik.

Baca juga : Langkah-langkah Analisis Data dalam Skripsi

Pengertian Wawancara Terbuka

Wawancara Terbuka adalah cara untuk mendapatkan informasi dari orang lain dengan memberi mereka kebebasan untuk berbicara apa pun yang mereka inginkan. Dalam wawancara ini, tidak ada pertanyaan yang terlalu spesifik atau yang membatasi jawaban narasumber. Misalnya, jika Anda sedang mewawancarai seorang ahli tentang perubahan iklim, Anda tidak hanya akan bertanya, “Apakah Anda percaya bahwa perubahan iklim adalah masalah?” Tetapi Anda akan memberi mereka ruang untuk menjelaskan bagaimana perubahan iklim memengaruhi kehidupan mereka, apa yang mereka pikirkan tentang solusi, dan banyak lagi.

Hal yang menarik dari wawancara terbuka adalah bahwa Anda tidak pernah benar-benar tahu apa yang akan dikatakan narasumber. Mereka bisa saja memberikan informasi yang sangat mendalam dan mungkin tidak terpikirkan sebelumnya. Misalnya, ketika mewawancarai seorang penulis tentang proses kreatif mereka, mereka mungkin berbagi cerita menarik tentang sumber inspirasi mereka atau tantangan yang mereka hadapi. Dengan memberi mereka kebebasan untuk berbicara, Anda membuka pintu untuk wawasan yang sangat berharga.

Selain memberi kebebasan pada narasumber untuk berbicara, wawancara terbuka juga memungkinkan Anda sebagai pewawancara untuk mendengarkan dengan lebih teliti. Daripada fokus pada daftar pertanyaan yang sudah disiapkan, Anda bisa fokus pada apa yang dikatakan narasumber dan mengajukan pertanyaan lebih lanjut berdasarkan tanggapan mereka. Ini membantu menciptakan percakapan yang lebih alami dan bermakna.

wawancara terbuka

Jenis- jenis Wawancara Terbuka

Ada beberapa jenis wawancara terbuka yang dapat digunakan, tergantung pada konteks dan tujuan dari wawancara tersebut. Mari kita bahas jenis yang paling umum digunakan:

1. Wawancara Naratif: 

Dalam jenis wawancara ini, narasumber diberi kebebasan untuk bercerita secara bebas tentang pengalaman atau cerita mereka. Pewawancara biasanya memberikan pertanyaan terbuka yang mengundang narasumber untuk menjelaskan peristiwa atau proses dengan detail. Misalnya, “Bisakah Anda menceritakan pengalaman Anda saat pertama kali melakukan perjalanan ke luar negeri?” Dengan pertanyaan seperti ini, narasumber dapat menguraikan cerita mereka tanpa terbatas oleh pertanyaan yang terlalu terstruktur.

2. Wawancara Fokus: 

Jenis wawancara ini difokuskan pada topik atau isu tertentu, tetapi narasumber masih memiliki kebebasan untuk menjelaskan dengan detail. Pewawancara mungkin memulai dengan pertanyaan umum tentang topik tersebut, kemudian mengikuti arah yang dibawa oleh tanggapan narasumber. Misalnya, dalam wawancara tentang masalah lingkungan, pertanyaan awal bisa seputar “Apa yang menurut Anda menjadi penyebab utama perubahan iklim?” Dengan demikian, narasumber memiliki ruang untuk mengeksplorasi pandangannya secara lebih mendalam.

3. Wawancara Tema Terbuka: 

Dalam jenis ini, narasumber diberi kebebasan untuk membahas tema atau topik yang mereka anggap penting tanpa terikat pada pertanyaan yang telah disiapkan. Pewawancara biasanya memberikan panduan umum tentang topik yang akan dibahas, tetapi narasumber memiliki kendali penuh atas arah percakapan. Ini memungkinkan narasumber untuk membawa ke dalam percakapan aspek yang mungkin tidak tercakup dalam pertanyaan yang disiapkan sebelumnya.

4. Wawancara Eksplorasi: 

Jenis wawancara ini bertujuan untuk menjelajahi pemikiran dan perasaan narasumber tentang topik tertentu secara mendalam. Pewawancara mungkin menggunakan pertanyaan terbuka yang mendalam untuk memahami sudut pandang dan pengalaman narasumber. Misalnya, “Bagaimana pengalaman Anda dalam industri ini telah membentuk pandangan Anda tentang masa depannya?” Dengan pertanyaan seperti ini, narasumber didorong untuk merenungkan secara mendalam dan mengungkapkan pemikiran mereka secara jujur.

Dengan berbagai jenis wawancara terbuka ini, pewawancara dapat memilih pendekatan yang paling sesuai dengan tujuan dan konteks dari wawancara tersebut. Dari naratif yang bebas hingga eksplorasi yang mendalam, setiap jenis menawarkan cara yang unik untuk memperoleh wawasan yang berharga dari narasumber.

Contoh Wawancara Terbuka

Sebagai contoh, bayangkan seorang wartawan yang ingin mengeksplorasi pendapat masyarakat tentang kebijakan pemerintah terkait peningkatan harga BBM. Dalam wawancara terbuka ini, wartawan memberi narasumber kebebasan untuk menyampaikan pendapat mereka tanpa batasan pertanyaan tertutup. “Bagaimana pendapat Anda tentang kebijakan peningkatan harga BBM yang diumumkan baru-baru ini?” adalah salah satu contoh pertanyaan terbuka yang dapat diajukan. 

Seorang narasumber bisa merespons dengan berbagai sudut pandang, misalnya: “Saya mengerti bahwa kenaikan harga BBM bisa membantu pemerintah dalam mengelola anggaran, tetapi saya juga khawatir akan dampaknya terhadap rakyat kecil yang sudah kesulitan mencukupi kebutuhan sehari-hari.” Dengan tanggapan seperti itu, wawancara terbuka memberi kesempatan pada narasumber untuk memperluas pandangan mereka dan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang permasalahan tersebut.

Selain itu, dalam konteks akademik, seorang peneliti sosial yang melakukan studi tentang kebahagiaan di kalangan lansia juga dapat menggunakan wawancara terbuka. Dengan memberikan kebebasan kepada narasumber untuk mengungkapkan pengalaman dan pandangan mereka secara terbuka, peneliti dapat mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kebahagiaan mereka. Pertanyaan terbuka seperti “Apa yang membuat Anda merasa bahagia di usia lanjut?” dapat memicu tanggapan yang beragam dan menarik dari narasumber, memberikan peneliti wawasan yang berharga tentang dinamika kebahagiaan di kalangan lansia.

Dengan menggunakan wawancara terbuka, baik dalam konteks jurnalistik maupun riset, kita dapat memperoleh informasi yang lebih kaya dan mendalam dari narasumber. Pendekatan ini memungkinkan untuk melihat masalah atau fenomena dari berbagai perspektif, sehingga memberikan gambaran yang lebih komprehensif dan akurat.

Baca juga : Langkah-langkah Reduksi Data dalam Penelitian

Kesimpulan 

Dengan memahami apa itu Wawancara Terbuka,pengertian,  jenis-jenisnya, dan contohnya, kita dapat melihat betapa pentingnya teknik ini dalam menggali informasi secara mendalam. Dalam berbagai bidang, mulai dari jurnalistik hingga riset, wawancara terbuka memberikan kesempatan bagi narasumber untuk berbicara secara bebas dan menyeluruh. Oleh karena itu, sebagai pembaca, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang subjek yang dibahas. Dengan menggunakan teknik wawancara terbuka, kita dapat menghasilkan wawasan yang lebih kaya dan relevan.

Apakah Anda ingin belajar lebih dalam tentang teknik wawancara terbuka dan bagaimana menggunakannya dalam proyek Anda? Jangan khawatir! Kami di  Admin Skripsi Malang siap membantu Anda. Dapatkan bimbingan langsung dari para ahli untuk memastikan wawasan yang mendalam dan penelitian yang berkualitas. Jangan ragu untuk menghubungi admin kami sekarang untuk memulai perjalanan Anda menuju kesuksesan!

Open chat
Ribuan mahasiswa telah terbantu dan berhasil lulus. Konsultasikan skripsimu sekarang...