Memilih jurnal yang tepat merupakan salah satu tahap penting sebelum artikel ilmiah dikirim untuk dipublikasikan. Selain mempertimbangkan status akreditasi, reputasi, dan kebijakan biaya, penulis perlu memastikan bahwa topik artikel sesuai dengan bidang yang menjadi fokus jurnal. Kesesuaian tersebut biasanya dapat diketahui dengan memeriksa scope jurnal, yaitu ruang lingkup topik dan bidang keilmuan yang diterima untuk diterbitkan.
Scope jurnal SINTA menjadi perhatian penting bagi mahasiswa, dosen, maupun peneliti yang ingin mempublikasikan artikel pada jurnal nasional terakreditasi. Sebuah artikel dapat memiliki metode penelitian yang baik, data yang memadai, dan pembahasan yang kuat, tetapi tetap berpotensi ditolak apabila topiknya berada di luar ruang lingkup jurnal. Karena itu, memeriksa scope sebelum submission dapat membantu mengurangi risiko salah memilih jurnal.
Mengecek scope juga bukan sekadar mencari kesamaan kata antara judul artikel dan nama jurnal. Penulis perlu memahami fokus keilmuan, tema penelitian, jenis kajian, objek yang sering diterbitkan, serta batasan topik yang tercantum dalam informasi jurnal. Artikel ini membahas langkah praktis untuk mengecek scope jurnal SINTA, cara mencocokkannya dengan artikel, indikator kesesuaian yang perlu diperhatikan, hingga kesalahan yang sebaiknya dihindari sebelum melakukan submission.
Baca juga : Konsultasi Skripsi Online Terpercaya
Memahami Scope Jurnal SINTA
Scope jurnal adalah penjelasan mengenai bidang ilmu, tema, topik, atau jenis penelitian yang menjadi fokus sebuah jurnal. Informasi ini membantu penulis mengetahui jenis artikel yang diharapkan oleh pengelola jurnal dan membantu editor menentukan apakah sebuah manuskrip relevan dengan fokus penerbitan. Setiap jurnal dapat memiliki scope yang berbeda meskipun berada dalam bidang keilmuan yang berdekatan.
Dalam konteks jurnal yang terindeks atau terakreditasi dalam ekosistem SINTA, scope tetap ditentukan oleh masing-masing jurnal dan pengelolanya. SINTA dapat digunakan untuk menemukan serta memperoleh informasi mengenai jurnal, tetapi penulis tetap perlu membuka laman jurnal yang bersangkutan untuk membaca fokus dan ruang lingkup secara lebih rinci. Dengan demikian, keberadaan jurnal di SINTA tidak otomatis berarti semua topik dapat diterima oleh jurnal tersebut.
Scope biasanya dapat ditemukan pada bagian seperti Focus and Scope, About the Journal, Aims and Scope, atau Journal Focus. Beberapa jurnal memberikan penjelasan yang cukup luas, sedangkan jurnal lain menjabarkan subbidang secara lebih spesifik. Penulis perlu membaca informasi tersebut secara utuh agar tidak mengambil kesimpulan hanya berdasarkan nama jurnal atau satu kata kunci.

Mengapa Scope Penting Sebelum Mengirim Artikel
Kesesuaian scope menjadi salah satu pertimbangan awal dalam proses editorial. Ketika artikel masuk, editor perlu melihat apakah manuskrip berhubungan dengan bidang yang dilayani jurnal sebelum mempertimbangkan aspek lain seperti kualitas metodologi dan kedalaman pembahasan. Jika topik penelitian tidak sesuai, artikel dapat tidak dilanjutkan ke tahap review meskipun penelitian tersebut memiliki nilai akademik.
Memeriksa scope sejak awal juga dapat menghemat waktu penulis. Kesalahan memilih jurnal dapat membuat penulis harus melakukan submission berulang kali ke jurnal yang berbeda. Selain membutuhkan waktu, proses tersebut dapat menunda target publikasi, terutama ketika penulis memiliki batas waktu akademik untuk menyelesaikan tugas akhir atau memenuhi kebutuhan publikasi tertentu.
Bagi mahasiswa, pemeriksaan scope juga membantu menentukan bagaimana hasil penelitian akan dikemas menjadi artikel ilmiah. Satu penelitian dapat memiliki beberapa sudut pandang, tetapi tidak semuanya cocok dengan jurnal yang sama. Dengan memahami fokus jurnal, penulis dapat menyesuaikan penekanan pembahasan secara akademik tanpa mengubah hasil penelitian secara tidak tepat.
Langkah Mengecek Scope Jurnal SINTA
Setelah memahami pentingnya scope, proses berikutnya adalah melakukan pemeriksaan secara sistematis. Penulis sebaiknya tidak langsung mengirim artikel hanya karena menemukan jurnal dengan nama bidang yang terlihat sesuai. Beberapa langkah berikut dapat digunakan untuk memastikan kecocokan antara manuskrip dan fokus publikasi jurnal.
- Tentukan terlebih dahulu bidang utama penelitian, misalnya teknologi informasi, pendidikan, kesehatan, ekonomi, hukum, pertanian, atau ilmu sosial.
- Identifikasi kata kunci utama yang menggambarkan objek, variabel, metode, atau permasalahan penelitian.
- Cari jurnal yang relevan melalui portal SINTA atau sumber akademik lain yang dapat membantu menemukan kandidat jurnal.
- Buka laman resmi jurnal yang menjadi kandidat dan cari bagian Focus and Scope atau Aims and Scope.
- Baca seluruh penjelasan scope untuk mengetahui bidang dan subbidang yang secara eksplisit disebutkan.
- Perhatikan apakah jurnal menerima penelitian dengan objek, metode, pendekatan, atau tema yang serupa dengan artikel yang dimiliki.
- Baca judul dan abstrak beberapa artikel terbaru yang telah diterbitkan untuk melihat penerapan scope dalam praktik.
- Periksa apakah artikel yang akan dikirim memiliki hubungan yang jelas dengan fokus jurnal, bukan hanya kesamaan satu atau dua kata kunci.
- Pastikan scope tersebut masih berlaku dan sesuai dengan informasi terbaru pada laman resmi jurnal.
- Jika masih terdapat keraguan, gunakan kontak resmi jurnal untuk menanyakan kesesuaian topik sebelum melakukan submission.
Mencocokkan Scope dengan Topik Artikel
Setelah menemukan scope jurnal, penulis perlu melakukan pemetaan antara fokus jurnal dan isi manuskrip. Pemetaan dapat dimulai dari judul, abstrak, kata kunci, tujuan penelitian, metode, objek penelitian, hingga hasil dan pembahasan. Semakin banyak unsur utama penelitian yang berada dalam ruang lingkup jurnal, semakin jelas hubungan antara artikel dan fokus publikasi yang dituju.
Namun, kecocokan tidak harus berarti setiap kata dalam judul artikel muncul secara persis pada scope jurnal. Misalnya, sebuah jurnal bidang sistem informasi dapat menerima penelitian mengenai implementasi aplikasi, analisis kepuasan pengguna, atau evaluasi sistem selama topik tersebut masih berada dalam cakupan keilmuan jurnal. Oleh sebab itu, penulis perlu memahami hubungan konseptual antara penelitian dan bidang jurnal, bukan sekadar melakukan pencarian kata yang identik.
Abstrak dapat menjadi bagian penting untuk mengevaluasi kecocokan tersebut. Jika setelah membaca scope dan beberapa artikel terbaru penulis dapat menjelaskan secara jelas mengapa penelitiannya relevan dengan fokus jurnal, kemungkinan terdapat hubungan topikal yang cukup kuat. Sebaliknya, jika relevansinya hanya dapat dijelaskan dengan menghubungkan penelitian melalui konteks yang sangat jauh, penulis sebaiknya mencari jurnal alternatif yang lebih dekat.
Menggunakan Artikel Terbitan Sebelumnya sebagai Pembanding
Selain membaca pernyataan scope, penulis dapat melihat artikel yang telah diterbitkan oleh jurnal tersebut. Artikel-artikel terdahulu memberikan gambaran nyata mengenai jenis penelitian yang masuk dalam cakupan jurnal. Cara ini juga membantu penulis memahami bagaimana editor dan reviewer menerapkan ruang lingkup yang dijelaskan pada laman jurnal.
Pilih beberapa artikel yang relatif baru dan memiliki tema yang berdekatan dengan penelitian. Perhatikan judul, abstrak, kata kunci, objek penelitian, pendekatan metodologis, dan bidang pembahasannya. Jika ditemukan beberapa artikel dengan karakter penelitian yang mirip, hal tersebut dapat menjadi informasi pendukung bahwa topik artikel memiliki hubungan dengan fokus jurnal.
Meskipun demikian, artikel lama tidak selalu dapat dijadikan satu-satunya acuan. Fokus jurnal dapat mengalami perkembangan seiring perubahan bidang keilmuan atau kebijakan editorial. Karena itu, artikel terbaru sebaiknya mendapat perhatian lebih besar, sementara informasi Focus and Scope pada laman resmi tetap menjadi dasar utama untuk memahami cakupan publikasi.
Indikator Kesesuaian Scope yang Perlu Diperiksa
Penulis dapat menggunakan beberapa indikator untuk melakukan pemeriksaan akhir sebelum submission. Indikator tersebut tidak dimaksudkan sebagai penilaian kualitas jurnal, melainkan sebagai alat untuk melihat apakah artikel memiliki hubungan yang cukup jelas dengan fokus publikasi yang ditetapkan oleh jurnal.
| Indikator | Yang Perlu Diperiksa | Contoh Pertanyaan |
|---|---|---|
| Bidang ilmu | Bidang utama yang disebutkan jurnal | Apakah bidang penelitian saya termasuk dalam bidang jurnal? |
| Topik | Tema yang diterima jurnal | Apakah masalah penelitian saya termasuk tema yang dibahas? |
| Objek penelitian | Jenis objek atau konteks penelitian | Apakah objek penelitian masih relevan dengan cakupan jurnal? |
| Metode | Pendekatan atau metode yang sering digunakan | Apakah metode penelitian saya umum digunakan dalam jurnal tersebut? |
| Kata kunci | Istilah penting dalam scope dan artikel terbitan | Apakah terdapat keterkaitan konsep dengan kata kunci artikel? |
| Artikel terbaru | Topik publikasi dalam edisi terkini | Apakah jurnal baru-baru ini menerbitkan penelitian yang sejenis? |
| Tujuan penelitian | Arah dan kontribusi penelitian | Apakah kontribusi artikel relevan dengan bidang jurnal? |
| Batasan scope | Topik yang tidak termasuk cakupan | Apakah penelitian saya berada di luar batas yang ditentukan? |
| Author guidelines | Ketentuan teknis dan jenis manuskrip | Apakah artikel memenuhi format dan jenis naskah yang diterima? |
Pemeriksaan tersebut dapat dilakukan sebelum penulis menyiapkan submission secara lengkap. Jika terdapat beberapa indikator yang tidak sesuai, penulis sebaiknya mengevaluasi kembali kandidat jurnal tersebut. Tujuannya bukan mencari jurnal yang memiliki semua kata yang sama, melainkan memastikan bahwa penelitian memiliki hubungan akademik yang jelas dengan bidang yang dilayani jurnal.

Membedakan Nama Jurnal dengan Scope Jurnal
Nama jurnal sering menjadi petunjuk awal ketika mencari tempat publikasi, tetapi tidak dapat dijadikan dasar tunggal untuk menentukan kesesuaian. Sebuah jurnal dengan nama yang luas dapat memiliki scope yang ternyata cukup spesifik. Sebaliknya, jurnal dengan nama yang sangat umum dapat menerima beberapa subbidang selama masih berada dalam fokus keilmuan yang ditetapkan.
Sebagai contoh, artikel mengenai pengembangan aplikasi belum tentu cocok dengan semua jurnal yang memiliki kata “teknologi” dalam namanya. Penulis perlu melihat apakah jurnal tersebut berfokus pada teknologi informasi, pendidikan teknologi, rekayasa perangkat lunak, sistem informasi, atau bidang lain yang memiliki karakter berbeda. Perbedaan fokus tersebut dapat memengaruhi kecocokan artikel pada tahap editorial.
Karena itu, pencarian jurnal sebaiknya dimulai dari topik penelitian, kemudian dilanjutkan dengan pencarian jurnal yang memiliki scope relevan. Pola ini lebih efektif daripada mencari berdasarkan nama jurnal terlebih dahulu lalu memaksakan artikel agar terlihat sesuai. Artikel tetap harus merepresentasikan hasil penelitian secara jujur dan tidak seharusnya diubah secara substansial hanya untuk mengejar kecocokan dengan jurnal.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Mengecek Scope
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah hanya membaca satu kalimat pada bagian scope. Penulis kemudian menyimpulkan bahwa jurnal tersebut sesuai karena menemukan satu istilah yang mirip dengan topik penelitian. Padahal, scope biasanya memiliki konteks yang lebih luas dan dapat menjelaskan batas bidang atau subtopik yang diterima.
Kesalahan lain adalah terlalu bergantung pada artikel lama. Artikel yang pernah diterbitkan memang dapat memberikan gambaran, tetapi kebijakan editorial dan fokus publikasi dapat berubah. Oleh karena itu, penulis perlu menggabungkan informasi dari scope resmi, artikel terbaru, author guidelines, dan informasi editorial lainnya.
Penulis juga perlu menghindari anggapan bahwa status akreditasi secara otomatis menunjukkan kesesuaian jurnal dengan semua penelitian dalam bidang tertentu. Akreditasi dan scope merupakan dua aspek yang berbeda. Akreditasi berkaitan dengan status atau pengakuan jurnal berdasarkan mekanisme yang berlaku, sedangkan scope menjelaskan fokus artikel yang dilayani oleh jurnal tersebut.
Melakukan Pemeriksaan Akhir Sebelum Submission
Sebelum artikel dikirim, lakukan pemeriksaan akhir dengan membaca kembali judul, abstrak, dan kata kunci artikel. Bandingkan bagian tersebut dengan Focus and Scope serta beberapa publikasi terbaru dari jurnal tujuan. Jika hubungan antara penelitian dan scope dapat dijelaskan secara singkat dan logis, jurnal tersebut dapat dipertimbangkan sebagai kandidat untuk submission.
Pemeriksaan juga perlu mencakup aspek teknis karena scope bukan satu-satunya persyaratan publikasi. Penulis perlu memastikan jenis artikel, struktur manuskrip, template, gaya sitasi, jumlah kata, format gambar dan tabel, serta dokumen pendukung sesuai dengan ketentuan jurnal. Dengan demikian, artikel tidak hanya relevan secara topik tetapi juga siap secara administratif.
Jika masih terdapat keraguan mengenai kecocokan topik, penulis dapat menghubungi editor melalui kanal resmi yang disediakan jurnal. Pertanyaan sebaiknya dibuat singkat dengan menjelaskan topik, tujuan penelitian, metode secara ringkas, dan alasan mengapa artikel dianggap berkaitan dengan scope jurnal. Konfirmasi tersebut dapat membantu penulis memperoleh pemahaman yang lebih jelas sebelum melakukan submission.
Baca juga : Jurnal Terakreditasi Gratis dan Cara Menemukan Jurnal Tanpa Biaya Publikasi
Kesimpulan
Cara mengecek scope jurnal SINTA pada dasarnya dimulai dari memahami topik penelitian, menemukan kandidat jurnal, membaca Focus and Scope pada laman resmi, kemudian mencocokkannya dengan isi artikel. Penulis juga dapat melihat beberapa artikel terbaru untuk mengetahui bagaimana ruang lingkup tersebut diterapkan dalam publikasi nyata. Pemeriksaan perlu dilakukan secara menyeluruh karena kesamaan satu kata kunci atau nama jurnal belum cukup untuk menunjukkan bahwa sebuah artikel benar-benar sesuai.
Memilih jurnal berdasarkan kesesuaian scope dapat membantu proses publikasi menjadi lebih terarah dan mengurangi risiko artikel dikirim ke jurnal yang tidak relevan. Sebelum submission, pastikan juga status jurnal, author guidelines, proses review, kebijakan biaya, dan persyaratan teknis telah diperiksa. Dengan melakukan verifikasi dari sumber resmi dan mencocokkan karakter penelitian secara objektif, penulis dapat menentukan jurnal tujuan yang lebih sesuai dengan fokus publikasi dan kebutuhan akademiknya.
Untuk mendapatkan informasi terbaru dan terpercaya seputar skripsi, terus ikuti berbagai artikel edukatif dari Skripsi Malang serta manfaatkan layanan pendampingan skripsi dan tugas akhir dengan menghubungi Admin Skripsi Malang, agar Anda dapat Konsultasikan kesulitan Anda dan raih kelulusan studi lebih cepat.

