Publikasi prosiding yang terindeks Scopus menjadi salah satu pilihan utama bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti untuk menyebarluaskan hasil penelitian. Namun, tidak semua prosiding yang pernah terindeks Scopus akan terus mempertahankan status tersebut. Ada konferensi yang berhasil menjaga kualitas publikasinya sehingga tetap aktif di Scopus, tetapi ada pula yang dihentikan indeksasinya karena tidak lagi memenuhi standar yang ditetapkan.
Banyak penulis yang kurang memahami bahwa sebuah konferensi yang pernah mengklaim “terindeks Scopus” belum tentu masih aktif saat ini. Kesalahan ini dapat menyebabkan artikel dipublikasikan pada prosiding yang ternyata sudah tidak lagi diindeks. Akibatnya, publikasi tidak dapat digunakan untuk memenuhi persyaratan akademik tertentu, seperti syarat kelulusan, kenaikan jabatan fungsional, maupun laporan penelitian.
Oleh karena itu, setiap penulis perlu mengetahui cara memeriksa status prosiding sebelum mengirimkan artikel. Artikel ini membahas secara lengkap cara mengetahui prosiding masih aktif di Scopus, mulai dari pengertian, alasan pentingnya pengecekan, hingga langkah-langkah verifikasi yang dapat dilakukan secara mandiri.
Baca juga: Prosiding yang terindeks Crossref
Apa yang Dimaksud dengan Prosiding Aktif di Scopus?
Prosiding aktif di Scopus adalah prosiding konferensi yang masih tercatat dan diindeks dalam database Scopus. Artinya, publikasi dari konferensi tersebut masih memenuhi persyaratan kualitas yang ditetapkan oleh Scopus dan artikel yang diterbitkan berpeluang masuk ke dalam basis data tersebut.
Status aktif menunjukkan bahwa penerbit atau penyelenggara konferensi masih bekerja sama dengan penerbit yang terindeks Scopus, seperti Springer, IEEE, Elsevier, ACM, atau penerbit akademik lainnya yang telah lolos proses evaluasi.
Perlu dipahami bahwa aktifnya suatu prosiding tidak berarti semua artikel otomatis akan muncul di Scopus. Artikel tetap harus melalui proses editorial, peer review, dan publikasi sesuai standar penerbit sebelum akhirnya diproses untuk diindeks.

Mengapa Harus Memastikan Prosiding Masih Aktif di Scopus?
Memastikan status prosiding merupakan langkah penting sebelum melakukan submit artikel. Banyak konferensi masih menampilkan logo Scopus meskipun kerja sama indeksasinya sudah berakhir.
Jika penulis tidak melakukan pengecekan, ada risiko artikel diterbitkan pada prosiding yang sudah tidak lagi diindeks. Hal ini tentu dapat merugikan karena biaya konferensi biasanya cukup besar, sementara hasil publikasi tidak sesuai dengan harapan.
Selain itu, beberapa perguruan tinggi hanya mengakui publikasi pada prosiding yang benar-benar masih aktif di Scopus. Oleh karena itu, verifikasi status indeksasi menjadi bagian penting dari proses pemilihan konferensi.
Tanda-Tanda Prosiding Masih Aktif di Scopus
Ada beberapa indikator yang dapat digunakan untuk menilai apakah sebuah prosiding masih aktif di Scopus.
Pertama, konferensi mencantumkan informasi penerbit secara jelas. Biasanya konferensi internasional bekerja sama dengan penerbit bereputasi seperti Springer, IEEE, Elsevier, atau ACM.
Kedua, penyelenggara memberikan informasi mengenai volume prosiding sebelumnya yang telah berhasil masuk ke Scopus. Informasi tersebut biasanya disertai tautan menuju halaman resmi penerbit sehingga dapat diverifikasi oleh calon peserta.
Ketiga, website konferensi selalu diperbarui dengan jadwal terbaru, daftar keynote speaker, template artikel, dan informasi publikasi yang transparan. Website yang aktif menunjukkan bahwa konferensi masih diselenggarakan secara profesional.
Cara Mengetahui Prosiding Masih Aktif di Scopus
Memeriksa status prosiding sebenarnya tidak sulit apabila mengetahui langkah-langkah yang tepat. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan.
- Memeriksa Website Resmi Konferensi
Langkah pertama adalah membuka website resmi konferensi. Perhatikan apakah penyelenggara mencantumkan informasi mengenai penerbit prosiding dan target indeksasi.
Pastikan informasi tersebut tidak hanya berupa logo Scopus. Konferensi yang kredibel biasanya menjelaskan proses publikasi secara rinci, termasuk nama penerbit, seri prosiding, dan riwayat publikasi sebelumnya.
Jika informasi publikasi terlihat samar atau hanya menggunakan kalimat promosi seperti “berpotensi Scopus”, sebaiknya lakukan pengecekan lebih lanjut. - Melihat Riwayat Prosiding Sebelumnya
Riwayat publikasi merupakan salah satu indikator terbaik untuk menilai kredibilitas konferensi.
Periksa apakah prosiding tahun-tahun sebelumnya benar-benar telah dipublikasikan oleh penerbit yang sama dan berhasil masuk ke Scopus.
Semakin konsisten sebuah konferensi menghasilkan prosiding yang terindeks Scopus, semakin besar peluang konferensi tersebut masih aktif dan memiliki sistem publikasi yang baik. - Mengecek Melalui Halaman Penerbit
Banyak penerbit menyediakan daftar konferensi yang bekerja sama dengan mereka.
Jika konferensi mengklaim bekerja sama dengan Springer atau IEEE, kunjungi halaman resmi penerbit tersebut untuk memastikan konferensi memang terdaftar sebagai mitra publikasi.
Cara ini lebih dapat dipercaya dibandingkan hanya mengandalkan informasi pada website konferensi. - Menggunakan Database Scopus
Cara paling akurat adalah melakukan pencarian melalui database Scopus.
Masukkan judul prosiding, nama konferensi, atau nama penerbit untuk melihat apakah publikasi sebelumnya benar-benar muncul di Scopus.
Apabila hasil pencarian menunjukkan artikel-artikel dari konferensi tersebut masih tersedia, hal itu menjadi indikasi bahwa prosiding pernah atau masih terindeks. Namun, tetap perhatikan tahun publikasinya karena indeksasi dapat berubah dari waktu ke waktu. - Memeriksa Seri Prosiding
Beberapa konferensi menggunakan seri prosiding yang sama setiap tahun.
Misalnya, konferensi diterbitkan dalam seri tertentu milik Springer atau IEEE Conference Proceedings.
Dengan memeriksa seri tersebut, penulis dapat mengetahui apakah volume terbaru masih diterbitkan dan terus diproses dalam Scopus.

Cara Membedakan Klaim Scopus yang Valid dan Tidak Valid
Tidak sedikit penyelenggara konferensi menggunakan logo Scopus sebagai media promosi. Oleh sebab itu, penulis harus mampu membedakan klaim yang benar dengan klaim yang menyesatkan.
Klaim yang valid biasanya disertai bukti berupa tautan ke penerbit resmi, daftar prosiding sebelumnya, atau informasi publikasi yang lengkap.
Sebaliknya, klaim yang kurang valid sering kali hanya menampilkan logo Scopus tanpa memberikan bukti pendukung atau hanya menggunakan kalimat “ditargetkan terindeks Scopus”.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Penulis
Banyak penulis hanya melihat logo Scopus pada poster konferensi tanpa melakukan verifikasi lebih lanjut.
Kesalahan lainnya adalah menganggap semua konferensi yang diterbitkan oleh penerbit terkenal pasti otomatis masuk Scopus. Faktanya, setiap prosiding tetap harus melalui proses evaluasi.
Sebagian penulis juga tidak memperhatikan tahun publikasi. Padahal, prosiding yang terindeks beberapa tahun lalu belum tentu volume terbaru masih diproses dalam database Scopus.
Tips Memilih Prosiding yang Aman untuk Publikasi
Pilih konferensi yang memiliki rekam jejak penyelenggaraan yang konsisten.
Pastikan informasi mengenai proses peer review dijelaskan secara terbuka sehingga kualitas seleksi artikel dapat dipertanggungjawabkan.
Perhatikan juga reputasi panitia ilmiah, afiliasi penyelenggara, dan penerbit yang bekerja sama. Semakin transparan informasi yang diberikan, semakin kecil risiko mengikuti konferensi yang tidak kredibel.
Selain itu, jangan tergiur biaya publikasi yang terlalu murah apabila dibandingkan dengan konferensi internasional pada umumnya. Harga yang tidak wajar dapat menjadi salah satu indikasi perlunya melakukan pengecekan lebih mendalam.
Perbedaan Prosiding Aktif dan Tidak Aktif di Scopus
| Aspek | Prosiding Aktif | Prosiding Tidak Aktif |
|---|---|---|
| Status Indeksasi | Masih diproses dan diindeks | Sudah tidak diindeks |
| Riwayat Publikasi | Konsisten setiap tahun | Tidak konsisten |
| Informasi Website | Selalu diperbarui | Banyak informasi lama |
| Bukti Publikasi | Mudah diverifikasi | Sulit ditemukan |
| Peluang Artikel Masuk Scopus | Lebih besar | Sangat rendah |
Baca juga: Cara mencari prosiding berdasarkan DOI
Kesimpulan
Mengetahui apakah prosiding masih aktif di Scopus merupakan langkah penting sebelum mengirimkan artikel ilmiah. Jangan hanya mengandalkan logo Scopus atau klaim promosi dari penyelenggara konferensi. Lakukan verifikasi melalui website resmi konferensi, halaman penerbit, riwayat prosiding sebelumnya, serta database Scopus untuk memastikan status indeksasinya.
Dengan melakukan pengecekan secara menyeluruh, penulis dapat mengurangi risiko memilih konferensi yang tidak kredibel dan meningkatkan peluang memperoleh publikasi yang benar-benar diakui secara akademik. Langkah sederhana ini dapat membantu memastikan bahwa waktu, biaya, dan hasil penelitian yang telah disiapkan memberikan manfaat maksimal bagi perkembangan karier akademik maupun profesional.
Untuk mendapatkan informasi terbaru dan terpercaya seputar skripsi, terus ikuti berbagai artikel edukatif dari Skripsi Malang serta manfaatkan layanan pendampingan skripsi dan tugas akhir dengan menghubungi Admin Skripsi Malang, agar Anda dapat Konsultasikan kesulitan Anda dan raih kelulusan studi lebih cepat.

