Definisi Grounded Theory Dalam Penelitian Kualitatif

Pengertian Grounded Theory

Grounded Theory adalah pendekatan yang digunakan dalam penelitian kualitatif. Keberhasilan penelitian tersebut lebih banyak ditentukan pada pemilihan teknik yang menggambarkan kondisi lapangan melalui data yang sudah berhasil dikumpulkan. Berikut akan diuraikan mengenai teknik penelitian dengan menggunakan metodeĀ grounded theory, dan secara sederhana teknik penelitian dapat dijelaskan oleh fase-fase di bawah ini:

Fase Pengumpulan Data

a. Tinjauan ulang literatur teknis

b. Pemilihan kasus

Pada fase pendataan data ini dilaksanakan kegiatan yaitu research question dan konstruk apriori. Secara rassional diselenggarakan upaya untuk konsentrasi pada masalah serta memberi batas variasi yang tidak cukup relevan serta meruncingkan validitas eksternal. Kasus yang dipilih mesti mempunyai sifat teoritis, bukan acak. Di mana urusan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk memusatkan pada permasalahan yang bermanfaat.

Fase Pengumpulan Data

Seperti halnya riset kualitatif yang lain, riset ini memakai sampel bertujuan atau memakai teknik purposive sampling. Dimana sampel tersebut diputuskan dengan ciri khas tertentu dengan destinasi untuk merinci kekhususan yang terdapat dengan ramuan konteks yang unik. Maksud beda dari sampel ini ialah menggali informasi yang menjadi dasar dari rancangan dan teori yang hadir di lapangan. Untuk tersebut ada hal-hal yang mesti dilakukan, merupakan:

Menyusun protokol pengumpulan data yang akurat.

Adapun kegiatan yang dilakukan ialah membuat basis data permasalahan dengan menggunakan sekian banyak metode pendataan data, baik data kualitatif maupun data kuantitatif. Hal ini dilaksanakan dengan pertimbangan untuk menambah realibilitas dan validitas konstruk, memperkuat keberalasan teori dan validitas internal serta memperkuat sekian banyak sinergi bukti yang ditemukan. Untuk sumber dan jenis data yang diperlukan:

Data Primer

Sumber dan jenis data primer riset ini ialah kata-kata, perbuatan subjek serta cerminan ekspresi, sikap dan pemahaman dari subjek yang dianalisis sebagai dasar utama mengerjakan interpretasi data. Sedangkan untukpengambilan data dilaksanakan dengan pertolongan catatan lapangan, pertolongan foto atau bila memungkinkan dengan pertolongan rekaman suara tape recorder dan observasi mendalam oleh peneliti.

Data Sekunder

Berbagai sumber tertulis yang memungkinkan bisa dimanfaatkan dalam riset ini akan dipakai semaksimal barangkali demi mendorong keberhasilan riset ini. Diantaranya buku-buku literatur, internet, majalah atau jurnal ilmiah, arsip, dokumen pribadi, dan dokumen sah lembaga-lembaga yang berhubungan dengan riset ini. Pada faedah yang optimal dapat menyerahkan pemahaman teoritik dan metodologi yang melandasi dalam mengerjakan penelitian yang benar. Di samping itu, data statistik dapat dipakai untuk memperkaya informasi baik yang berlaku umum maupun yang berlaku spesifik. Dengan data statistik ini anda juga dapat membuat pemahaman atau kecenderungan-kecenderunganyang nantinya dapat membandingkan dengan suasana yang berada pada kenyaataan (grass roots) pada ketika penelitian.

Masuk ke Lapangan

Di lapangan akan dirasakan tumpang- tindih antara pendataan data dan analisis data sebab keduanya di laksanakan secara terus menerus dan secara bersamaan. Di sini metode pendataan data memakai metode yang luwes dan oportunistik. Semua ini dilaksanakan supaya proses analisis dapat cepat dan memudahkan penelitimemanfaatkan tema dan keistimewaan permasalahan yang muncul. Data didapatkan dari:

Observasi
Observasi dilaksanakan sebelum dan selama riset ini diberlangsung yang meliputi cerminan umum, keadaan kehidupan sosial, situasi fisik, situasi ekonomi dan situasi sosial yang terjadi.

Studi Dokumentasi
Informasi, data yang dibutuhkan dalam riset ini pun kami peroleh dari studi dokumentasi. Sebelum riset lapangan, peneliti telah mengerjakan telaah terhadap kitab literatur, majalah, jurnal, hasil seminar, tulisan baik yang terdapat dalam media on-line (internet) maupun yang terdapat dalam perpustakaan.

Wawancara Mendalam
Untuk wawancara mendalam di kerjakan secara langsung dengan informan secara terpisah di lingkungannya masing-masing. Wawancara akan dilaksanakan dengan informan yang dirasakan berkompeten dan mewakili.

Fase Penyusunan Data

Pada fase penyusunan data ini dilaksanakan penyusunan event secara kronologis atau berurutan. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mempermudah analisis data dan penilaian proses.

Fase Analisis Data

Analisis data adalahupaya menggali dan mengatur secara sistematis daftar hasil observasi, wawancara, dan lainnya untuk menambah pemahaman peneliti tentang permasalahan yang dianalisis dan menyajikannya sebagai temuan untuk orang lain. Adapun untuk menambah pemahaman itu analisis butuh dilanjutkan dengan berupaya menggali makna (meaning) (Muhadjir,2002 :142).

Dalam cara grounded theory terdapat sejumlah tahap dalam mengemban analisa data, yaitu:
(a). Tahap pengolahan awal, meliputi: Open coding yaitu menciptakan konsep, kelompok dan properti; Axial coding yakni mengembangkan hubungan antara kelompok dan sub kategori, Selective Coding yakni mengintegrasikan kelompok untuk membina kerangka kerja teoritis.
(b). Tahap Percontohan teoritis yaitu mengerjakan replikasi teoritis, terus diulang lagi dari tahapan kedua sampai teori matang/jenuh. Pada tahapdilakukan konfirmasi, ekspansi dan pertajaman kerangka kerja teoritis.
(c). Tahap akhir dari analisis, disini diselenggarakan pematangan teori lagi bila mungkin. Dimana menghentikan proses bilamana peningkatan atau pertambahan yang didapatkan tidak berarti.

Fase Perbandingan Literatur

Dalam fase ini diselenggarakan perbandingan teori yang hadir dari hasil riset dengan teori yang terdapat dalam literatur. Di sini dilaksanakan kegiatan mencocokkan dengan kerangka kerja yang berlawanan dan kerangka kerja yang selaras. Perbandingan ini dimaksudkan guna menyempurnakan pengertian konstruk dan menambah validitas internal serta menambah validitas eksternal.

Kesimpulan

Dari sekian banyak fase langkah di atas, kesan kesatu memang terasa rumit, namun bila kita telah mendalaminya sebagai unsur dari pekerjaan penelitian, maka bakal terasa mudah. Hal ini dikarenakan masing-masing tahapan adalahrangkaian logika keilmuan yang mengalir menurut penalaran rasional. Secara tidak langsung masing-masing tahapan bakal menggiring anda pada logika riset yang sistematis.

This will close in 20 seconds

Open chat
Halo, ada yang bisa kami bantu?