Format jurnal skripsi menjadi hal penting yang perlu dipahami mahasiswa ketika ingin mengubah hasil penelitian skripsi menjadi artikel ilmiah. Jurnal memiliki struktur yang lebih ringkas dibandingkan skripsi, tetapi tetap harus menyajikan informasi penelitian secara sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan. Kesalahan dalam memahami format dapat membuat artikel sulit diterima karena tidak sesuai dengan ketentuan jurnal yang dituju.
Berbeda dengan skripsi yang umumnya terdiri atas beberapa bab secara lengkap, artikel jurnal menuntut penulis menyampaikan inti penelitian dalam ruang yang lebih terbatas. Informasi seperti latar belakang, teori, metode, hasil, dan pembahasan harus dipilih serta disusun kembali agar alurnya tetap jelas. Selain isi, aspek teknis seperti jumlah kata, format judul, abstrak, sitasi, tabel, dan daftar pustaka juga perlu diperhatikan.
Memahami format jurnal skripsi sejak awal dapat membantu mahasiswa mempersiapkan naskah dengan lebih terarah. Artikel yang mengikuti struktur dan ketentuan penulisan akan lebih mudah dibaca, diperiksa, dan disesuaikan dengan standar penerbitan ilmiah. Melalui artikel ini, pembaca dapat memahami struktur umum jurnal skripsi, ketentuan teknis yang perlu diperhatikan, serta cara mempersiapkan naskah sebelum dikirim ke jurnal.
Baca juga : Konsultasi Skripsi Online Terpercaya
Pengertian Format Jurnal Skripsi
Format jurnal skripsi adalah susunan dan ketentuan penulisan yang digunakan ketika hasil penelitian skripsi dikembangkan menjadi artikel ilmiah. Format tersebut mengatur bagaimana informasi penelitian disajikan agar sesuai dengan karakteristik publikasi ilmiah. Setiap jurnal dapat memiliki aturan yang berbeda, sehingga format umum perlu disesuaikan kembali dengan pedoman jurnal tujuan.
Artikel yang berasal dari skripsi tidak seharusnya dibuat dengan cara menyalin seluruh isi skripsi. Skripsi biasanya memberikan penjelasan yang lebih panjang mengenai teori, metode, dan proses penelitian karena ditujukan sebagai karya akademik mahasiswa. Sementara itu, artikel jurnal lebih menekankan temuan utama dan pembahasan yang memiliki relevansi dengan bidang ilmu tertentu.
Oleh karena itu, mahasiswa perlu melakukan proses penyuntingan sebelum menjadikan skripsi sebagai artikel. Bagian yang terlalu panjang dapat diringkas, sedangkan informasi penting harus tetap dipertahankan. Tujuannya adalah menghasilkan tulisan yang lebih padat tanpa menghilangkan substansi penelitian dan dasar akademiknya.

Struktur Umum Jurnal Skripsi
Struktur jurnal skripsi pada dasarnya mengikuti pola artikel ilmiah yang digunakan oleh jurnal tujuan. Secara umum, artikel terdiri atas judul, identitas penulis, abstrak, kata kunci, pendahuluan, metode penelitian, hasil dan pembahasan, kesimpulan, serta daftar pustaka. Namun, beberapa jurnal dapat menggabungkan atau memisahkan bagian tertentu sesuai dengan kebijakan editorial.
Judul menjadi bagian pertama yang harus diperhatikan karena memberikan gambaran mengenai fokus penelitian. Judul artikel sebaiknya lebih ringkas daripada judul skripsi dan langsung menunjukkan objek atau masalah yang dibahas. Setelah judul, identitas penulis biasanya mencakup nama penulis, afiliasi, dan informasi kontak sesuai dengan ketentuan jurnal.
Abstrak berfungsi memberikan gambaran singkat mengenai keseluruhan penelitian. Bagian ini umumnya mencakup latar belakang atau masalah, tujuan, metode, hasil utama, dan kesimpulan dalam bentuk ringkas. Setelah abstrak, kata kunci digunakan untuk membantu pembaca dan sistem pengindeksan menemukan artikel berdasarkan topik yang dibahas.
Bagian Penting dalam Format Jurnal Skripsi
Setelah memahami struktur umumnya, mahasiswa perlu mengetahui fungsi setiap bagian agar proses penyusunan artikel tidak hanya berorientasi pada format. Setiap bagian memiliki peran tertentu dalam membangun alur penelitian dari masalah hingga kesimpulan. Berikut bagian yang umumnya terdapat dalam format jurnal skripsi.
- Judul artikel: menunjukkan fokus utama penelitian secara singkat, jelas, dan informatif.
- Nama penulis: mencantumkan identitas penulis sesuai ketentuan jurnal, termasuk afiliasi jika dipersyaratkan.
- Abstrak: merangkum masalah, tujuan, metode, hasil utama, dan kesimpulan penelitian.
- Kata kunci: berisi beberapa istilah utama yang mewakili topik penelitian.
- Pendahuluan: menjelaskan latar belakang masalah, konteks penelitian, penelitian terdahulu, celah penelitian, dan tujuan.
- Metode penelitian: menerangkan pendekatan, sumber data, objek atau subjek, teknik pengumpulan data, serta analisis.
- Hasil penelitian: menyajikan temuan berdasarkan data yang telah diperoleh.
- Pembahasan: menginterpretasikan hasil dan menghubungkannya dengan teori serta penelitian sebelumnya.
- Kesimpulan: merangkum jawaban atas tujuan penelitian berdasarkan temuan utama.
- Daftar pustaka: mencantumkan seluruh sumber yang digunakan dan dikutip dalam artikel.
Bagian-bagian tersebut harus memiliki hubungan yang logis. Pendahuluan harus mengantarkan pembaca pada masalah penelitian, metode menjelaskan cara memperoleh data, sedangkan hasil dan pembahasan menunjukkan temuan serta maknanya. Dengan alur yang konsisten, artikel akan lebih mudah dipahami dan memiliki argumentasi akademik yang lebih kuat.
Ketentuan Penulisan dalam Jurnal Skripsi
Ketentuan teknis merupakan bagian yang tidak boleh diabaikan ketika menyiapkan jurnal skripsi. Setiap jurnal biasanya memiliki panduan penulis yang menjelaskan format dokumen, jumlah kata, jenis huruf, ukuran halaman, sistem sitasi, hingga aturan penggunaan tabel dan gambar. Karena itu, mahasiswa sebaiknya membaca pedoman jurnal tujuan sebelum melakukan finalisasi naskah.
| Komponen | Ketentuan yang Perlu Diperhatikan | Hal yang Harus Dilakukan |
|---|---|---|
| Judul | Ringkas dan menggambarkan fokus penelitian | Sesuaikan dengan topik utama artikel |
| Penulis | Mengikuti format identitas jurnal | Cantumkan nama dan afiliasi sesuai panduan |
| Abstrak | Memiliki batas jumlah kata tertentu | Ringkas tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan |
| Kata kunci | Biasanya terdiri dari beberapa istilah | Pilih istilah yang paling mewakili artikel |
| Isi artikel | Mengikuti struktur jurnal | Gunakan template resmi jika tersedia |
| Font | Dapat berbeda pada setiap jurnal | Ikuti jenis dan ukuran huruf yang ditentukan |
| Spasi | Mengikuti pedoman penerbit | Jangan menggunakan format skripsi secara otomatis |
| Tabel | Memiliki aturan penempatan dan judul | Gunakan hanya tabel yang relevan |
| Gambar | Harus memiliki kualitas dan keterangan yang jelas | Sesuaikan ukuran serta format yang diminta |
| Sitasi | Menggunakan gaya tertentu | Terapkan secara konsisten |
| Daftar pustaka | Harus sesuai dengan sitasi dalam teks | Periksa seluruh sumber sebelum pengiriman |
| Jumlah halaman/kata | Memiliki batas sesuai jurnal | Ringkas artikel tanpa menghilangkan substansi |
Tabel tersebut merupakan gambaran umum karena tidak ada satu format yang berlaku untuk semua jurnal. Ketentuan yang paling tepat tetap berasal dari pedoman jurnal yang akan dituju. Jika terdapat perbedaan antara format umum dan petunjuk jurnal, mahasiswa harus mengikuti aturan jurnal tersebut.
Cara Menyesuaikan Skripsi dengan Format Jurnal
Mengubah skripsi menjadi jurnal membutuhkan proses seleksi karena artikel memiliki ruang yang lebih terbatas. Langkah pertama adalah menentukan fokus utama penelitian yang akan diangkat. Jika skripsi membahas beberapa aspek, pilih aspek yang paling kuat dan paling sesuai dengan ruang lingkup jurnal tujuan.
Bagian pendahuluan biasanya perlu dipadatkan cukup banyak. Latar belakang yang terdiri atas beberapa halaman dalam skripsi dapat diringkas menjadi beberapa paragraf yang menjelaskan masalah, kondisi yang mendasari penelitian, penelitian terdahulu, dan tujuan penelitian. Informasi yang tidak mendukung fokus artikel sebaiknya dikurangi agar pembahasan lebih langsung.
Landasan teori juga harus diseleksi. Artikel tidak selalu membutuhkan seluruh teori yang terdapat dalam skripsi karena teori yang dimasukkan seharusnya berkaitan langsung dengan analisis penelitian. Pilih konsep utama yang membantu pembaca memahami variabel, fenomena, atau hubungan yang menjadi fokus penelitian.
Menyusun Abstrak dan Kata Kunci
Abstrak perlu ditulis secara ringkas tetapi tetap memberikan gambaran mengenai penelitian. Informasi yang biasanya dibutuhkan meliputi masalah atau latar belakang singkat, tujuan, metode, hasil utama, dan kesimpulan. Hindari memasukkan pembahasan yang terlalu panjang, kutipan, atau informasi yang tidak membantu pembaca memahami inti penelitian.
Penulisan abstrak sebaiknya dilakukan setelah bagian utama artikel selesai. Dengan cara tersebut, penulis sudah mengetahui temuan utama yang perlu dirangkum. Namun, beberapa penulis dapat membuat rancangan awal abstrak terlebih dahulu dan memperbaikinya setelah seluruh artikel selesai.
Kata kunci juga perlu dipilih secara strategis. Gunakan istilah yang benar-benar berkaitan dengan topik penelitian dan kemungkinan digunakan pembaca ketika mencari artikel sejenis. Hindari menggunakan istilah yang terlalu umum karena dapat membuat artikel sulit dibedakan dari penelitian lain.
Menyesuaikan Bagian Metode, Hasil, dan Pembahasan
Metode penelitian harus menjelaskan proses penelitian secara cukup agar pembaca dapat memahami bagaimana data diperoleh dan dianalisis. Namun, uraian yang terlalu rinci seperti dalam skripsi dapat dipadatkan selama informasi penting tetap tersedia. Pendekatan penelitian, objek atau subjek, sumber data, teknik pengumpulan data, dan analisis biasanya menjadi bagian yang perlu diperhatikan.
Hasil penelitian harus berfokus pada temuan yang menjawab tujuan penelitian. Jika skripsi memiliki banyak tabel, tidak semuanya harus dipindahkan ke artikel. Pilih data yang paling penting dan gunakan tabel atau gambar hanya jika benar-benar membantu pembaca memahami hasil.
Pembahasan kemudian digunakan untuk menjelaskan makna dari hasil tersebut. Penulis dapat menghubungkan temuan dengan teori dan penelitian terdahulu untuk menunjukkan persamaan, perbedaan, atau kontribusi penelitian. Pembahasan yang baik tidak hanya mengulang hasil, tetapi memberikan interpretasi yang menunjukkan pemahaman penulis terhadap data.

Ketentuan Sitasi dan Daftar Pustaka
Sitasi menjadi bagian penting dalam format jurnal skripsi karena menunjukkan sumber informasi yang digunakan untuk mendukung argumentasi. Setiap teori, konsep, data, atau temuan penelitian terdahulu yang berasal dari sumber tertentu perlu dicantumkan sesuai aturan sitasi. Penggunaan sitasi yang konsisten juga membantu menjaga integritas akademik artikel.
Gaya sitasi dapat berbeda antara jurnal satu dengan jurnal lainnya. Ada jurnal yang menggunakan sistem penulis-tahun, sementara jurnal lain menggunakan sistem penomoran atau format tertentu. Mahasiswa perlu mengikuti gaya yang tercantum dalam panduan jurnal dan memastikan format tersebut diterapkan secara konsisten.
Daftar pustaka harus diperiksa kembali setelah artikel selesai. Pastikan setiap sumber yang dikutip dalam teks tercantum dalam daftar pustaka dan tidak terdapat sumber yang hanya tercantum di daftar tetapi tidak pernah digunakan. Pemeriksaan ini penting untuk menghindari kesalahan administrasi yang dapat mengurangi kualitas naskah.
Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Format Jurnal Skripsi
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan mahasiswa adalah menggunakan format skripsi secara langsung untuk artikel. Margin, jenis huruf, jumlah halaman, struktur bab, dan sistem penomoran skripsi belum tentu sesuai dengan ketentuan jurnal. Karena itu, template jurnal perlu digunakan sebagai acuan utama ketika menyusun naskah.
Kesalahan lainnya adalah memasukkan terlalu banyak informasi dari skripsi. Artikel yang terlalu panjang dapat kehilangan fokus dan membuat pembaca kesulitan menemukan temuan utama. Pemilihan informasi harus dilakukan berdasarkan tujuan artikel, bukan berdasarkan keinginan untuk mempertahankan seluruh isi skripsi.
Mahasiswa juga sering mengabaikan petunjuk kecil dalam pedoman jurnal. Misalnya, ketentuan mengenai jumlah kata abstrak, format tabel, penulisan afiliasi, gaya sitasi, atau jumlah referensi dapat menjadi bagian dari proses pemeriksaan awal oleh editor. Karena itu, membaca panduan secara menyeluruh merupakan langkah penting sebelum melakukan submission.
Tips Agar Format Jurnal Skripsi Lebih Siap Dipublikasikan
Sebelum mengirim artikel, lakukan pemeriksaan dari dua sisi, yaitu substansi dan teknis. Dari sisi substansi, pastikan masalah, tujuan, metode, hasil, pembahasan, dan kesimpulan saling berkaitan. Dari sisi teknis, periksa format dokumen, jumlah kata, sitasi, tabel, gambar, dan daftar pustaka.
Sebaiknya artikel dibaca kembali setelah selesai disusun. Pembacaan ulang dapat membantu menemukan kalimat yang berulang, paragraf yang terlalu panjang, atau bagian yang tidak lagi sesuai dengan fokus artikel. Jika memungkinkan, mintalah dosen pembimbing atau rekan yang memahami bidang penelitian untuk memberikan masukan sebelum artikel dikirim.
Pemilihan jurnal juga perlu dilakukan secara cermat. Jangan memilih jurnal hanya berdasarkan kemudahan pengiriman atau jumlah artikel yang diterbitkan. Perhatikan kesesuaian ruang lingkup, kualitas pengelolaan jurnal, ketentuan publikasi, dan relevansinya dengan bidang penelitian yang dibahas.
Baca juga : Sistematika Jurnal Skripsi: Urutan Penulisan Artikel Ilmiah yang Benar
Kesimpulan
Format jurnal skripsi memiliki struktur yang lebih ringkas dibandingkan skripsi, tetapi tetap harus mampu menyampaikan keseluruhan proses dan temuan penelitian secara jelas. Bagian utama yang perlu diperhatikan meliputi judul, abstrak, kata kunci, pendahuluan, metode, hasil dan pembahasan, kesimpulan, serta daftar pustaka. Setiap bagian harus disusun secara terarah dan disesuaikan dengan ketentuan jurnal yang menjadi tujuan publikasi.
Mahasiswa sebaiknya tidak menganggap format jurnal sebagai sekadar persoalan tata letak. Struktur dan ketentuan penulisan juga berkaitan dengan cara menyampaikan gagasan penelitian secara efektif kepada pembaca akademik. Dengan membaca pedoman jurnal, memadatkan bagian yang tidak diperlukan, mempertahankan substansi penelitian, serta melakukan pemeriksaan akhir secara menyeluruh, naskah akan lebih siap untuk melalui proses pengajuan dan penilaian jurnal.
Untuk mendapatkan informasi terbaru dan terpercaya seputar skripsi, terus ikuti berbagai artikel edukatif dari Skripsi Malang serta manfaatkan layanan pendampingan skripsi dan tugas akhir dengan menghubungi Admin Skripsi Malang, agar Anda dapat Konsultasikan kesulitan Anda dan raih kelulusan studi lebih cepat.

