Jurnal Scopus Discontinued: Apa Artinya dan Mengapa Penulis Perlu Memeriksanya?

Istilah jurnal Scopus discontinued sering muncul ketika penulis sedang memeriksa status sebuah jurnal sebelum mengirimkan artikel ilmiah. Bagi penulis yang menjadikan indeksasi Scopus sebagai salah satu persyaratan publikasi, status tersebut tentu perlu dipahami dengan baik. Jurnal yang pernah terindeks Scopus tidak selalu berarti bahwa jurnal tersebut masih menerima cakupan artikel baru dalam database Scopus.

Kondisi ini penting diperhatikan karena proses publikasi jurnal dapat berlangsung cukup lama. Penulis mungkin menghabiskan waktu untuk menyiapkan artikel, melakukan formatting, mengirimkan naskah, menjalani peer review, hingga melakukan beberapa kali revisi. Jika status jurnal ternyata sudah discontinued, penulis perlu memahami implikasinya sebelum menentukan apakah jurnal tersebut masih sesuai dengan tujuan publikasi.

Memeriksa status jurnal sebelum submit dapat membantu penulis membuat keputusan yang lebih tepat. Selain mengetahui apakah sebuah jurnal masih aktif dalam cakupan Scopus, pemeriksaan juga dapat digunakan untuk melihat informasi penerbit, ISSN, periode coverage, bidang kajian, dan metrik yang tersedia. Dengan memahami konsep discontinued secara benar, penulis dapat menghindari kesalahan dalam memilih target publikasi dan menyusun strategi yang lebih aman.

Baca juga : Konsultasi Skripsi Online Terpercaya 

Apa Arti Jurnal Scopus Discontinued?

Jurnal Scopus discontinued adalah istilah yang menunjukkan bahwa Scopus telah menghentikan aliran cakupan atau coverage baru dari suatu sumber setelah proses evaluasi. Elsevier menjelaskan bahwa jurnal yang ditandai untuk evaluasi ulang dapat menjalani peninjauan oleh Content Selection and Advisory Board atau CSAB dengan kriteria yang sama seperti proses evaluasi judul baru. Selama evaluasi berlangsung, aliran konten dari jurnal tersebut dapat dihentikan sementara sampai keputusan akhir dibuat.

Jika hasil evaluasi memutuskan bahwa jurnal perlu discontinued, artikel yang sudah terindeks sebelumnya pada prinsipnya tetap menjadi bagian dari catatan ilmiah Scopus. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas dan konsistensi analisis tren penelitian. Dalam kasus luar biasa yang berkaitan dengan praktik penerbitan tidak etis yang terbukti serius, Scopus menyatakan bahwa konten yang telah terindeks dapat dihapus.

Karena itu, discontinued tidak sama dengan menghapus seluruh jejak jurnal dari Scopus. Penulis masih dapat menemukan informasi mengenai publikasi terdahulu, tetapi status tersebut memiliki konsekuensi penting bagi artikel baru. Jika tujuan publikasi mensyaratkan jurnal yang saat ini aktif terindeks Scopus, status discontinued perlu menjadi pertimbangan serius sebelum artikel dikirim.

Mengapa Sebuah Jurnal Bisa Mengalami Discontinued?

Scopus memiliki proses seleksi dan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga kualitas serta relevansi koleksi sumbernya. CSAB menggunakan pertimbangan kuantitatif dan kualitatif dalam proses evaluasi. Scopus juga menyatakan bahwa sistem pemantauan dapat mendeteksi sinyal atau pola yang tidak biasa dalam aktivitas publikasi, sitasi, kolaborasi penulis, maupun konten yang kemudian dapat memicu evaluasi ulang.

Evaluasi ulang tidak otomatis berarti sebuah jurnal melakukan pelanggaran. Sebuah judul dapat ditinjau kembali karena munculnya sinyal tertentu yang perlu diperiksa lebih lanjut oleh pihak yang berwenang. Selama proses tersebut, aliran konten baru dapat ditangguhkan agar Scopus dapat menyelesaikan evaluasinya sebelum menentukan apakah cakupan jurnal dilanjutkan atau dihentikan.

Apabila setelah evaluasi jurnal dinyatakan tetap memenuhi persyaratan, coverage dapat dilanjutkan. Sebaliknya, jika diputuskan discontinued, aliran publikasi baru tidak lagi dilanjutkan dalam cakupan Scopus. Elsevier juga menyebutkan bahwa jurnal yang discontinued atau berada dalam status hold dapat memiliki masa embargo sebelum dapat diajukan kembali untuk evaluasi.

Cara Memeriksa Status Jurnal Scopus Discontinued

Pemeriksaan status perlu dilakukan melalui sumber resmi karena informasi mengenai indexing dapat berubah. Scopus menyediakan Source Title List yang mencakup daftar sumber dan daftar discontinued sources, sementara informasi pada halaman sumber diperbarui secara berkala. Berikut langkah yang dapat digunakan penulis sebelum menentukan jurnal target.

  • Catat nama lengkap jurnal yang ingin diperiksa.
  • Cari ISSN atau eISSN jurnal pada website resminya.
  • Buka halaman Scopus Sources atau sumber resmi Scopus.
  • Cari jurnal menggunakan nama atau ISSN untuk mengurangi risiko salah identifikasi.
  • Periksa halaman Source Details jika tersedia.
  • Perhatikan informasi mengenai publisher dan subject area.
  • Periksa coverage years yang tercantum pada sumber.
  • Pastikan jurnal tidak tercantum dalam discontinued sources list.
  • Bandingkan informasi Scopus dengan data pada website resmi jurnal.
  • Periksa kembali status sebelum melakukan submission jika proses publikasi diperkirakan berlangsung lama.
  • Simpan informasi pemeriksaan sebagai dokumentasi pribadi.

Scopus menyatakan bahwa Source Title List mencakup daftar sumber yang discontinued dan informasi tersebut diperbarui secara bulanan. Karena itu, penulis sebaiknya tidak hanya mengandalkan screenshot lama, artikel blog, atau informasi promosi yang dibuat beberapa tahun sebelumnya. Pemeriksaan terbaru memberikan dasar yang lebih kuat untuk mengambil keputusan publikasi.

Perbedaan Status Jurnal Aktif, Under Review, dan Discontinued

Status jurnal perlu dibaca berdasarkan konteksnya karena proses evaluasi Scopus dapat menghasilkan kondisi yang berbeda. Memahami perbedaan tersebut membantu penulis menentukan tindakan yang tepat sebelum mengirim artikel.

Status Makna Umum Pertimbangan Penulis
Aktif Jurnal masih memiliki cakupan aktif dalam Scopus Dapat dipertimbangkan sebagai target setelah memeriksa scope dan persyaratan
Under review Jurnal sedang menjalani proses evaluasi ulang Perlu berhati-hati dan memantau status terbaru
Discontinued Cakupan baru jurnal dalam Scopus telah dihentikan Perlu mempertimbangkan jurnal lain jika indexing aktif menjadi persyaratan
Hold Aliran konten dapat dihentikan sementara dalam proses tertentu Perlu memeriksa perkembangan status sebelum submit
Coverage terdahulu Artikel lama tetap tercatat untuk menjaga rekam ilmiah Tidak otomatis berarti artikel baru akan masuk cakupan Scopus

Istilah dan status pada sumber resmi harus menjadi acuan utama karena kondisi jurnal dapat berubah. Penulis tidak sebaiknya menyimpulkan status hanya dari keberadaan artikel lama di Scopus. Sebuah jurnal dapat memiliki banyak artikel yang masih dapat ditemukan dalam database meskipun cakupan barunya telah dihentikan.

Apakah Artikel dari Jurnal Discontinued Masih Terindeks?

Pertanyaan ini sering muncul karena penulis menemukan artikel lama dari jurnal yang saat ini berstatus discontinued. Secara prinsip, Scopus menyatakan bahwa konten yang sudah terindeks dari jurnal yang discontinued tetap menjadi bagian dari catatan ilmiah. Tujuannya antara lain menjaga konsistensi rekam data dan analisis tren penelitian.

Namun, keberadaan artikel lama dalam database tidak boleh disamakan dengan jaminan bahwa artikel baru dari jurnal tersebut akan memperoleh cakupan Scopus. Inilah alasan mengapa penulis perlu membedakan antara “pernah terindeks” dan “masih memiliki coverage aktif”. Jika kebutuhan akademik secara spesifik meminta publikasi pada jurnal yang aktif terindeks, status terbaru jauh lebih relevan daripada riwayat indexing sebelumnya.

Penulis juga perlu memperhatikan periode coverage yang tersedia pada halaman sumber. Informasi tersebut dapat membantu memberikan gambaran mengenai rentang tahun publikasi yang tercakup. Jika terdapat ketidakjelasan mengenai status artikel yang akan diterbitkan, penulis sebaiknya menghubungi pihak jurnal atau memeriksa informasi resmi Scopus sebelum mengambil keputusan.

Dampak Discontinued bagi Penulis yang Akan Submit

Status discontinued dapat menjadi persoalan apabila tujuan penulis adalah memperoleh publikasi yang masuk dalam cakupan Scopus untuk kebutuhan tertentu. Misalnya, sebuah institusi dapat menetapkan persyaratan publikasi berdasarkan status indexing pada waktu tertentu. Dalam situasi tersebut, jurnal yang sudah discontinued perlu dievaluasi dengan lebih hati-hati agar penulis tidak salah mengartikan riwayat indeksasi sebagai status aktif.

Dampaknya juga berkaitan dengan perencanaan waktu. Artikel yang dikirim ke jurnal akan melewati berbagai tahap dan tidak selalu langsung terbit setelah submission. Karena status indexing dapat berubah selama periode tersebut, penulis sebaiknya mempertimbangkan kondisi jurnal secara hati-hati dan tidak hanya memeriksa satu kali tanpa memperhatikan perkembangan berikutnya.

Namun, penulis juga tidak perlu langsung menyimpulkan bahwa setiap jurnal discontinued memiliki masalah yang sama. Scopus melakukan evaluasi berdasarkan proses dan kebijakan yang berlaku, sedangkan alasan spesifik suatu judul perlu ditinjau tidak selalu dapat disimpulkan hanya dari label statusnya. Karena itu, keputusan sebaiknya didasarkan pada informasi resmi dan kebutuhan publikasi yang sebenarnya.

Hal yang Perlu Diperiksa Selain Status Discontinued

Status indexing bukan satu-satunya faktor dalam menentukan jurnal. Penulis tetap perlu memeriksa scope agar topik artikel sesuai dengan bidang yang diterbitkan jurnal. Scope yang tidak relevan dapat menyebabkan naskah ditolak pada tahap editorial meskipun jurnal tersebut memiliki status indeksasi yang sesuai.

Identitas jurnal juga perlu dicocokkan melalui ISSN, penerbit, nama resmi, dan informasi sumber. Pemeriksaan tersebut penting karena beberapa jurnal dapat memiliki nama yang mirip, sementara perubahan judul, ISSN, kepemilikan, atau pengelolaan editorial dapat memengaruhi identitas dan evaluasi suatu sumber. Elsevier menyatakan bahwa perubahan signifikan pada sumber dapat menyebabkan judul tersebut diperlakukan sebagai jurnal baru dan harus mengikuti proses evaluasi yang berlaku.

Selain itu, periksa pedoman penulis, biaya publikasi, jenis artikel yang diterima, proses peer review, serta kebijakan etika publikasi. Metrik seperti CiteScore, SJR, dan SNIP juga dapat digunakan sebagai informasi tambahan untuk memahami karakteristik jurnal, tetapi metrik tersebut tidak menggantikan pemeriksaan status indexing dan kesesuaian scope.

Strategi Memilih Jurnal Alternatif

Jika jurnal yang awalnya menjadi target ternyata discontinued, penulis sebaiknya tidak langsung mengirim artikel ke jurnal lain tanpa melakukan pemeriksaan. Buat daftar alternatif berdasarkan bidang penelitian, scope, tingkat reputasi, dan persyaratan publikasi. Setiap alternatif tetap harus diverifikasi melalui sumber resmi sebelum dijadikan target submission.

Strategi ini akan lebih efektif jika penulis menyiapkan beberapa kandidat sejak awal penelitian. Dengan memiliki daftar alternatif, penulis dapat menyesuaikan artikel dengan karakteristik jurnal berikutnya tanpa harus melakukan pencarian dari awal ketika terjadi perubahan status. Pendekatan tersebut juga membantu mengurangi keputusan terburu-buru yang hanya didasarkan pada informasi dari pihak ketiga.

Yang tidak kalah penting, jangan menggunakan status Scopus sebagai satu-satunya ukuran kualitas jurnal. Scopus sendiri menggunakan proses seleksi dan evaluasi yang melibatkan kriteria teknis serta penilaian kualitatif. Penulis tetap perlu menilai reputasi penerbit, kualitas artikel yang diterbitkan, transparansi editorial, kesesuaian scope, dan integritas proses publikasi secara keseluruhan.

Baca juga : Jurnal Scopus untuk Mahasiswa: Cara Menentukan Target Q1–Q4 Sesuai Kebutuhan Akademik

Kesimpulan

Jurnal Scopus discontinued berarti cakupan baru dari suatu sumber telah dihentikan setelah melalui proses evaluasi atau keputusan terkait coverage Scopus. Status tersebut tidak otomatis menghapus seluruh artikel yang sebelumnya sudah terindeks karena Scopus mempertahankan konten terdahulu sebagai bagian dari rekam ilmiah, kecuali dalam kondisi tertentu yang sangat serius. Karena itu, penulis perlu membedakan antara jurnal yang pernah terindeks dengan jurnal yang masih memiliki coverage aktif.

Sebelum submit, periksa status jurnal melalui Source Title List atau halaman sumber resmi Scopus, termasuk daftar discontinued sources yang diperbarui secara berkala. Cocokkan pula ISSN, penerbit, scope, coverage years, pedoman penulis, biaya, dan informasi editorial sebelum mengambil keputusan. Jika status jurnal tidak lagi sesuai dengan kebutuhan akademik, memilih jurnal alternatif yang masih aktif dan relevan dapat menjadi langkah yang lebih aman untuk menjaga tujuan publikasi.

Untuk mendapatkan informasi terbaru dan terpercaya seputar skripsi, terus ikuti berbagai artikel edukatif dari Skripsi Malang serta manfaatkan layanan pendampingan skripsi dan tugas akhir dengan menghubungi Admin Skripsi Malang, agar Anda dapat Konsultasikan kesulitan Anda dan raih kelulusan studi lebih cepat.

This will close in 20 seconds