Landasan Teori: Pengertian, Isi, Langkah Membuat dan contoh

Dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan, landasan teori menjadi pondasi yang penting dalam memahami suatu konsep atau fenomena. Tanpa landasan teori yang kuat, suatu penelitian atau kajian bisa kehilangan arah dan substansi yang tepat. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam tentang landasan teori menjadi kunci utama bagi para peneliti, akademisi, dan praktisi dalam menjalankan kajian mereka.

Artikel ini akan menjelaskan secara lengkap tentang landasan teori, mencakup pengertian, isi, langkah-langkah membuatnya, serta memberikan contoh konkret untuk memperjelas pemahaman.

Apa itu Landasan Teori?

Landasan teori adalah struktur intelektual yang membentuk dasar pemahaman dalam suatu bidang atau disiplin ilmu. Ini mencakup kumpulan teori, konsep, dan prinsip-prinsip yang digunakan untuk menjelaskan fenomena atau permasalahan tertentu. Landasan teori membantu memahami hubungan antara variabel-variabel yang diamati dan memberikan kerangka kerja untuk merumuskan hipotesis serta menjalankan penelitian lebih lanjut. Dengan kata lain, landasan teori memberikan pondasi yang kokoh bagi penelitian atau kajian dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan.

A. Pengertian Secara umum

Pengertian landasan teori secara umum merujuk pada kerangka pemikiran yang digunakan sebagai dasar atau pijakan dalam suatu penelitian, kajian, atau karya ilmiah. Landasan teori memberikan landasan konseptual yang mendukung argumentasi atau analisis yang dilakukan dalam suatu konteks tertentu. Secara lebih spesifik, landasan teori menyediakan kerangka pemikiran yang membantu peneliti atau akademisi untuk memahami fenomena yang sedang diteliti atau dianalisis.

Dalam pengertian yang lebih luas, landasan teori mencakup rangkaian konsep, prinsip, atau teori yang digunakan untuk menjelaskan, memprediksi, atau memahami suatu fenomena. Landasan teori ini dapat berasal dari berbagai disiplin ilmu, seperti sosiologi, psikologi, ekonomi, atau ilmu politik, tergantung pada subjek penelitian atau analisis yang sedang dilakukan.

Secara umum, landasan teori bertujuan untuk:

  1. Memberikan Pengertian yang Mendalam: Landasan teori membantu untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang subjek penelitian atau analisis dengan menempatkannya dalam konteks teoritis yang relevan.
  2. Menyediakan Kerangka Pemikiran: Landasan teori menyediakan kerangka pemikiran yang membantu untuk mengorganisir pemikiran dan argumentasi dalam suatu kajian atau penelitian.
  3. Membuat Generalisasi dan Kesimpulan: Dengan mengacu pada landasan teori yang kuat, peneliti atau akademisi dapat membuat generalisasi yang lebih baik dan mencapai kesimpulan yang lebih valid dalam kajian atau penelitian yang dilakukan.
Baca juga: Cara Membuat Kajian Teori yang Baik untuk Skripsi

B. Menurut Para Ahli

Jika dilihat dari pengertian para ahli, landasan teori memiliki makna atau perspektif berbeda-beda. Seperti apa? Pendapat para ahli tentang landasan teori dapat memberikan wawasan yang berharga tentang pentingnya dan peranannya dalam konteks akademis dan penelitian. Langsung saja kita simak ulasannya sebagai berikut:

1. Moleong 

Profesor Dr. Lexy J. Moleong, seorang ahli metodologi penelitian dan penulis buku yang terkenal di Indonesia, juga memberikan pandangan yang berharga tentang landasan teori dalam penelitian. Dalam karyanya yang terkenal, seperti “Metodologi Penelitian Kualitatif” dan “Metode Penelitian Kualitatif”, Moleong menyoroti pentingnya landasan teori sebagai pondasi yang kokoh dalam proses penelitian. 

2. Sardar Ziauddin

Menurut Sardar Ziauddin mengartikan teori sebagai sistem konsep abstrak yang digunakan untuk menganalisis hubungan antara konsep-konsep tertentu dalam memahami fenomena sosial. Menurutnya, landasan teori merupakan konsep dasar dalam penelitian sosial yang menjelaskan hubungan-hubungan yang terorganisir secara sistematis. 

Dalam perspektif Ziauddin, teori digunakan sebagai alat untuk memahami dan menganalisis hubungan antar konsep dalam fenomena sosial, di mana landasan teori berperan sebagai fondasi yang mendukung pemahaman yang lebih mendalam tentang fenomena tersebut.

3. Djojosuroto Kinayati & M.L.A Sumaryati 

Menurut Djojosuroto Kinayati & M.L.A Sumaryati, teori dipandang sebagai kumpulan konsep, proposisi, dan asumsi yang digunakan untuk menjelaskan fenomena sosial secara terstruktur. Mereka menganggap teori sebagai sebuah kerangka yang terdiri dari konsep-konsep yang terorganisir, proposisi yang menguraikan hubungan antara konsep-konsep tersebut, dan asumsi-asumsi yang mendasari penjelasan tersebut. 

4. Neuman 

Neuman mendefinisikan teori sebagai konsep, proposisi dan definisi yang digunakan untuk melihat sebuah fenomena secara tersistematis. Digunakan untuk melihat spesifikasi hubungan antar variabel yang memudahkan dalam meramalkan fenomena penelitian. 

5. Masri Singarimbun dan Sofyan Efendi 

Menurut Masri Singarimbun dan Sofyan Efendi, teori adalah kumpulan konsep dan proposisi yang menjelaskan fenomena sosial secara teratur. Mereka menyatakan bahwa dalam teori, konsep-konsep ini dapat diatur untuk menentukan apakah ada hubungan antara mereka atau tidak. Dengan kata lain, teori membantu dalam mengorganisir konsep-konsep tersebut sehingga dapat menjelaskan fenomena sosial dengan lebih terstruktur dan jelas.

6. Ismaun

Menurut Ismaun, pengertian landasan teori lebih sederhana. Landasan teori diartikan sebagai pernyataan yang mengandung kesimpulan substansial tentang keteraturan. Dengan kata lain, landasan teori merupakan pernyataan yang menggambarkan pola atau keteraturan tertentu dalam suatu fenomena atau konteks tertentu. Pernyataan ini membantu untuk memberikan dasar pemikiran yang kuat dalam sebuah penelitian atau analisis.

Langkah Membuat Landasan Teori

Langkah membuat landasan teori dalam sebuah penelitian membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang topik yang diteliti serta keterampilan dalam menganalisis literatur yang relevan. Berikut adalah langkah-langkah umum yang dapat diikuti:

  1. Identifikasi Topik Penelitian: Tentukan topik atau masalah penelitian yang akan diteliti dengan jelas dan spesifik. Pastikan topik yang dipilih memiliki relevansi dan signifikansi dalam bidang penelitian yang Anda minati.
  2. Review Literatur: Lakukan tinjauan pustaka atau review literatur untuk mengumpulkan informasi tentang teori-teori, konsep-konsep, dan penelitian-penelitian terdahulu yang terkait dengan topik penelitian Anda. Gunakan sumber-sumber yang terpercaya dan relevan dengan tujuan penelitian Anda.
  3. Identifikasi Konsep-Konsep Utama: Setelah melakukan review literatur, identifikasi konsep-konsep utama yang muncul dari studi-studi terdahulu yang Anda temui. Fokuslah pada konsep-konsep yang paling relevan dan signifikan dalam konteks topik penelitian Anda.
  4. Bangun Kerangka Konseptual:  Gunakan konsep-konsep utama yang telah diidentifikasi untuk membangun kerangka konseptual yang menggambarkan hubungan antara variabel-variabel yang diteliti. Kerangka konseptual ini akan menjadi dasar dalam merumuskan hipotesis dan merancang metodologi penelitian Anda.
  5. Integrasi Teori Pendukung: Integrasikan teori-teori atau pendekatan lain yang mendukung atau relevan dengan topik penelitian Anda ke dalam landasan teori. Hal ini akan memperkaya dan memperkuat argumen atau konsep yang Anda ajukan.

Contoh Landasan Teori

Sebagai contoh konkret, mari kita gunakan topik penelitian tentang pengaruh media sosial terhadap kesejahteraan mental remaja. Berikut adalah contoh landasan teori:

  1. Konsep Dasar: Konsep dasar dalam penelitian ini meliputi pengertian tentang media sosial, kesejahteraan mental, dan remaja. Media sosial dapat dipahami sebagai platform online yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dan berbagi konten, sementara kesejahteraan mental merujuk pada kondisi psikologis dan emosional seseorang, dan remaja sebagai kelompok usia yang sedang dalam masa perkembangan yang rentan.
  2. Kerangka Konseptual: Kerangka konseptual untuk penelitian ini dapat menggambarkan hubungan antara penggunaan media sosial, interaksi sosial online, eksposur terhadap konten negatif, dan dampaknya terhadap kesejahteraan mental remaja.
  3. Teori Pendukung: Teori-teori yang relevan dengan penelitian ini mungkin meliputi teori psikologi perkembangan remaja, teori komunikasi, dan teori pengaruh sosial.
  4. Studi Terdahulu: Tinjauan pustaka tentang penelitian-penelitian terdahulu mengenai pengaruh media sosial terhadap kesejahteraan mental remaja akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang topik ini.

Dengan landasan teori ini, peneliti dapat memahami hubungan antara media sosial dan kesejahteraan mental remaja, yang membantu dalam merumuskan hipotesis, merancang metodologi, dan menginterpretasi hasil penelitian lebih baik.

Baca juga: Contoh Daftar Isi Skripsi, Laporan dan Tesis

Kesimpulan

Landasan teori merupakan elemen penting dalam setiap penelitian karena memberikan fondasi konseptual yang kuat untuk merumuskan dan menjelaskan fenomena yang diteliti. Dengan memahami pengertian, isi, langkah-langkah membuat, dan contoh konkrit dari landasan teori, diharapkan peneliti dapat lebih terbantu dalam merancang dan melaksanakan penelitian yang berkualitas serta memiliki kontribusi yang signifikan dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Dapatkan bantuan ahli untuk menyelesaikan tugas akhir Anda dengan Skripsi Malang! Kami menyediakan layanan konsultasi dan bimbingan yang akan membantu Anda menyelesaikan skripsi Anda dengan tepat waktu dan kualitas terbaik. Hubungi admin Skripsi Malang sekarang untuk mendapatkan panduan dari para pakar dalam berbagai bidang. Jangan biarkan masalah akademis menghalangi kesuksesan Anda, percayakan pada Skripsi Malang untuk mendapatkan solusi yang tepat dan efektif.

Penulis: Dona

Open chat
Ribuan mahasiswa telah terbantu dan berhasil lulus. Konsultasikan skripsimu sekarang...