Pengertian, Tujuan, dan Contoh Instrumen Penelitian

Dalam proses penelitian ilmiah, instrumen penelitian merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data yang diperlukan guna menjawab pertanyaan penelitian atau menguji hipotesis. Instrumen penelitian dapat berupa kuesioner, wawancara, tes, observasi, atau metode lain yang digunakan untuk mengumpulkan informasi dari responden atau subjek penelitian. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam mengenai apa itu instrumen penelitian, tujuannya, serta memberikan contoh-contoh instrumen penelitian yang sering digunakan dalam skripsi.

Apa Itu Instrumen Penelitian?

Instrumen penelitian adalah alat atau sarana yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam suatu penelitian. Tujuan utama dari penggunaan instrumen penelitian adalah untuk memperoleh data yang akurat, konsisten, dan relevan dengan tujuan penelitian. Instrumen penelitian membantu peneliti dalam mengumpulkan informasi yang diperlukan untuk menguji hipotesis, menjawab pertanyaan penelitian, atau mengeksplorasi fenomena yang diteliti.

Instrumen penelitian dapat berupa alat pengukuran yang terstandarisasi, seperti kuesioner atau tes, atau dapat berupa metode pengumpulan data yang lebih fleksibel, seperti wawancara atau observasi. Pemilihan instrumen penelitian yang tepat sangat penting dalam memastikan validitas dan reliabilitas hasil penelitian.

Baca juga: Langkah-langkah Membuat Pendahuluan Proposal Skripsi 

Instrumen Penelitian Menurut Para Ahli

Selain definisinya secara umum, berikut adalah definisi instrumen penelitian menurut beberapa ahli:

  1. Sugiyono (2017): Menurut Sugiyono, instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam suatu penelitian. Instrumen ini dapat berupa kuesioner, wawancara, observasi, tes, atau metode lain yang digunakan untuk mengumpulkan informasi dari responden atau subjek penelitian.
  2. Prof. Dr. M. Nasir Umar (2009): Prof. Dr. M. Nasir Umar menyatakan bahwa instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dan informasi secara sistematis dalam rangka menguji hipotesis atau menjawab pertanyaan penelitian. Instrumen penelitian ini haruslah valid, reliabel, dan mampu menghasilkan data yang akurat.
  3. Borg & Gall (1983): Borg & Gall mendefinisikan instrumen penelitian sebagai alat atau teknik yang digunakan untuk mengukur variabel atau konstruk tertentu dalam penelitian. Instrumen ini dapat berupa kuesioner, tes, skala pengukuran, atau metode observasi yang digunakan untuk mengumpulkan data yang diperlukan.
  4. Prof. Dr. Slameto (2015): Menurut Prof. Dr. Slameto, instrumen penelitian adalah alat atau media yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data yang diperlukan dalam penelitian. Instrumen ini haruslah dirancang dan disusun dengan baik agar mampu menghasilkan data yang valid dan reliabel.
  5. Prof. Dr. Suharsimi Arikunto (2006): Prof. Dr. Suharsimi Arikunto mengungkapkan bahwa instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa fakta, pendapat, atau sikap dari responden atau subjek penelitian. Instrumen ini haruslah sesuai dengan tujuan penelitian dan mampu menghasilkan data yang dapat dipercaya.
  6. Prof. Dr. Husaini Usman (2015): Prof. Dr. Husaini Usman menjelaskan bahwa instrumen penelitian adalah alat atau teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data yang diperlukan dalam suatu penelitian. Instrumen ini haruslah dirancang dan disusun dengan baik agar mampu menghasilkan data yang valid, reliabel, dan dapat dipercaya.

Dari definisi-definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa instrumen penelitian adalah alat atau sarana yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam suatu penelitian. Instrumen ini dapat berupa berbagai macam alat atau teknik, seperti kuesioner, wawancara, observasi, tes, atau skala pengukuran. Penting untuk memilih dan merancang instrumen penelitian dengan baik agar mampu menghasilkan data yang valid, reliabel, dan dapat dipercaya.

Tujuan Instrumen Penelitian

Tujuan utama dari penggunaan instrumen penelitian adalah untuk memperoleh data yang dibutuhkan dalam suatu penelitian. Beberapa tujuan khusus dari instrumen penelitian meliputi:

  1. Mengumpulkan Data: Instrumen penelitian digunakan untuk mengumpulkan data yang relevan dengan tujuan penelitian. Data yang dikumpulkan dapat berupa jawaban dari responden, hasil observasi, atau hasil pengukuran dari variabel yang diteliti.
  2. Mengukur Variabel: Instrumen penelitian membantu dalam mengukur variabel-variabel yang diteliti. Ini dapat mencakup variabel independen, variabel dependen, atau variabel kontrol yang mempengaruhi hasil penelitian.
  3. Menguji Hipotesis: Dalam penelitian kuantitatif, instrumen penelitian digunakan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Data yang dikumpulkan dengan menggunakan instrumen penelitian digunakan untuk memverifikasi atau menolak hipotesis yang diajukan.
  4. Mengidentifikasi Pola atau Hubungan: Data yang diperoleh melalui instrumen penelitian dapat digunakan untuk mengidentifikasi pola atau hubungan antara variabel-variabel yang diteliti. Ini membantu dalam memahami fenomena yang sedang diteliti dan menjawab pertanyaan penelitian.
  5. Mendukung Kesimpulan: Instrumen penelitian menyediakan bukti empiris yang diperlukan untuk mendukung kesimpulan atau temuan dalam penelitian. Data yang dikumpulkan dengan menggunakan instrumen penelitian membantu dalam membuat generalisasi dan kesimpulan yang valid.

5 Contoh Instrumen Penelitian dalam Skripsi

Dalam skripsi, penggunaan instrumen penelitian sangat umum dalam proses pengumpulan data. Berikut adalah lima contoh instrumen penelitian yang sering digunakan dalam skripsi:

  1. Kuesioner: Kuesioner adalah instrumen penelitian yang paling umum digunakan dalam skripsi. Ini terdiri dari serangkaian pertanyaan yang dirancang untuk mengumpulkan informasi dari responden. Kuesioner dapat digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, perilaku, atau karakteristik lain dari responden.
  2. Wawancara: Wawancara adalah metode pengumpulan data yang melibatkan interaksi langsung antara peneliti dan responden. Wawancara dapat bersifat terstruktur, semi-terstruktur, atau tidak terstruktur, tergantung pada tingkat standarisasi pertanyaan yang diajukan.
  3. Tes: Tes digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan, keterampilan, atau kemampuan tertentu dari subjek penelitian. Tes dapat berupa tes tertulis, tes praktis, atau tes kinerja, tergantung pada jenis data yang ingin dikumpulkan.
  4. Observasi: Observasi melibatkan pengamatan langsung terhadap perilaku atau situasi yang diamati. Observasi dapat dilakukan dengan menggunakan checklist atau skala pengamatan untuk mengukur frekuensi, durasi, atau intensitas dari perilaku yang diamati.
  5. Skala Likert: Skala Likert adalah instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur sikap atau pendapat responden terhadap suatu pernyataan. Responden diminta untuk menilai sejauh mana mereka setuju atau tidak setuju dengan pernyataan yang diberikan menggunakan skala yang telah ditentukan.

Cara Menemukan Instrumen Penelitian yang Tepat

Menentukan instrumen penelitian yang tepat merupakan langkah penting dalam proses penelitian. Pemilihan instrumen penelitian yang tepat akan memastikan pengumpulan data yang akurat dan relevan dengan tujuan penelitian. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat membantu dalam menentukan instrumen penelitian yang tepat:

  1. Tentukan Tujuan Penelitian: Langkah pertama adalah memahami dengan jelas tujuan penelitian Anda. Apakah Anda ingin mengukur sikap, pendapat, perilaku, pengetahuan, atau karakteristik lain dari responden? Menetapkan tujuan penelitian dengan jelas akan membantu Anda dalam memilih instrumen yang sesuai.
  2. Tinjau Literatur: Lakukan tinjauan literatur untuk melihat instrumen penelitian yang telah digunakan dalam penelitian serupa. Tinjauan literatur akan memberikan gambaran tentang instrumen mana yang telah terbukti valid dan reliabel dalam konteks penelitian yang serupa dengan Anda.
  3. Pertimbangkan Karakteristik Responden: Pertimbangkan karakteristik responden yang akan Anda kumpulkan data darinya. Misalnya, apakah responden memiliki tingkat pendidikan yang beragam? Apakah mereka memiliki latar belakang budaya atau bahasa yang berbeda? Pertimbangkan hal-hal ini saat memilih instrumen penelitian yang sesuai.
  4. Evaluasi Validitas dan Reliabilitas: Pastikan untuk mengukur validitas dan reliabilitas instrumen penelitian yang akan Anda gunakan. Validitas mengukur sejauh mana instrumen tersebut mengukur apa yang seharusnya diukur, sementara reliabilitas mengukur sejauh mana instrumen tersebut konsisten dalam mengukur variabel yang sama. Pilihlah instrumen yang telah terbukti valid dan reliabel.
  5. Uji Coba: Lakukan uji coba instrumen penelitian sebelum digunakan secara luas. Uji coba akan membantu Anda untuk mengidentifikasi potensi masalah atau kesalahan dalam instrumen, sehingga Anda dapat melakukan perbaikan jika diperlukan sebelum memulai pengumpulan data sebenarnya.
  6. Konsultasikan dengan Ahli: Jika memungkinkan, konsultasikan dengan ahli atau dosen pembimbing Anda mengenai pemilihan instrumen penelitian. Mereka dapat memberikan saran dan panduan yang berharga berdasarkan pengalaman dan pengetahuan mereka dalam bidang tersebut.
  7. Fleksibilitas: Pertimbangkan tingkat fleksibilitas instrumen penelitian yang Anda pilih. Instrumen yang fleksibel memungkinkan penyesuaian jika ada perubahan kebutuhan atau kondisi selama proses penelitian.
  8. Perhatikan Etika Penelitian: Pastikan bahwa instrumen penelitian yang Anda pilih mematuhi prinsip-prinsip etika penelitian, terutama terkait dengan hak dan keamanan partisipan.

Dengan mempertimbangkan langkah-langkah di atas, Anda akan dapat menentukan instrumen penelitian yang tepat sesuai dengan tujuan dan kebutuhan penelitian Anda.

Baca juga: Cara Membuat Kesimpulan yang Baik dan Benar

Penutup

Instrumen penelitian memainkan peran yang sangat penting dalam proses penelitian ilmiah. Melalui penggunaan instrumen penelitian yang tepat, peneliti dapat mengumpulkan data yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan penelitian, menguji hipotesis, dan membuat kesimpulan yang valid. Dengan memahami apa itu instrumen penelitian, tujuannya, serta contoh-contoh instrumen penelitian yang sering digunakan dalam skripsi, peneliti dapat meningkatkan kualitas dan keberhasilan penelitiannya.

Lalu, bagi Anda para mahasiswa yang tengah mengalami kesulitan dan membutuhkan jasa konsultasi dan bimbingan skripsi. Skripsi Malang menyediakan beragam layanan bantuan pengerjaan skripsi bersama dengan mentor yang profesional di bidangnya. Hubungi Admin Skripsi Malang dan dapatkan layanan terbaik dari kami. 

Open chat
Ribuan mahasiswa telah terbantu dan berhasil lulus. Konsultasikan skripsimu sekarang...