Perjalanan Panjang dan Berliku Calon Dokter Gigi, Yakin Kamu Kuat? Masa Depan Cerah Lohh | Jasa Pembuatan Skripsi Kedokteran | WA 0838-3446-6605

SkripsYuk.com – Idealnya butuh waktu 5-6 tahun agar seseorang bisa menjadi dokter gigi, proses yang cukup lama tersebut ditempuh melalui pendidikan jenjang sarjana dan jenjang profesi. Kemudian pada awal pendidikan ditempuh rata-rata 3,5 tahun sebagai masa preklinik, di tingkat jenjang profesi ditempuh 1,5-2 thaun biasa disebut dengan koas atau masa klinik. Pada masa koas inilah para dokter muda ini berkesempatan mempraktikkan ilmunya selama kuliah dan praktikum, meskipun saat praktik harus dibawah bimbingan dokter yang praktik saat itu biasanya dilakukan di rumah sakit bisa swasta maupun negeri.

Dokter Gigi via Pixabay

Pada saat awal menjalani perkuliahan di semester pertama, kamu nggak bakal menemukan mata kuliah inti. Justru kamu harus berhadapan dengan mata kuliah umum seperti Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Agama dan Kewarganegaraan. Ini adalah ujian kesabaran dan kesadaran kamu, di semester awal inilah kamu harus mulai giat belajar untuk mendapatkan nilai sempurna. Dengan giat belajar mulai dari semester pertama maka seharusnya kamu akan terbiasa di semester kedua, dan seterusnya karena semakin bertambah semesternya jalanan makin naik dan terjal. Sudah kuatkah hati dan pendirianmu, gaess?

Saat kamu kuliah kedokteran, kamu akan menjalani semester kedokteran umum sebagai seorang dokter gigi kamu wajib mengerti penyakit sistemik yang terkait dengan kesehatan gigi dan mulut. Nah oleh sebab itu kamu juga akan memperoleh materi kuliah kedokteran umum di semester kedua, jangan pernah menggunakan jurus kanuragan SKS alias Sistem Kebut Semalam karena itu nggak akan pernah mempan dijamin tingkat keberhasilannya rendah, masa nanti sudah jadi dokter mau “berkanuragan”.

Kuliah kedokteran sangat berbeda dengan jurusan lain, jam belajar di kampus padat. Kamu harus bisa dan dipaksa mengelola waktu yang kamu punya bisa dialokasikan untuk semua kegiatan yang ada, kemudian temukan teknik belajar terbaikmu karena ini juga salah satu penentu keberhasilanmu menyerap ilmu adn materi yang disampaikan dosen.

Pada setiap kesempatan belajar atau setelah mengikuti kuliah dari dosen, biasanya kan materinya hanya berupa slide dan berisi poin-poin saja tuh. Kalian perlu banget cari materi serupa bisa dalam bentuk textbook atau ebook sebagai materi pendukung, tak lupa jika diberi kesempatan bertanya materi sebelumnya maka bertanyalah.

Ilustrasi via Pixabay

Ketika ujian datang tidak hanya saat memegang lembar soal dan jawaban, menjadi seorang mahasiswa kedokteran gigi akan merasakan perjuangan sebenarnya pada saat praktikum. Pada tahap inilah daya juangmu akan diuji, pendirianmu akankah teguh hingga akhir atau melambaikan bendera putih dan pindah jurusan lain. Pada praktikumlah skill kamu akan dilatih, karena seorang dokter gigi akan bekerja dengan skill yang ia punya. Kamu akan lebih banyak melakukan action daripada memberikan obat kepada pasienmu nanti. Siapkan mentalmu, kuasai teori dan siapkan kebutuhan materi praktikum yang sudah ditentukan.

Selain itu agar makin baik prestasimu di kelas dan saat praktikum, maka sarannya adalah bentuk kelompok belajar tujuannya adalah untuk saling berdiskusi, saling mengingatkan dan memberi semangat, pastinya mengerjakan praktikum berkelompok, bisa memecahkan problem bersama. Jangan belajar sendirian biar nggak kayak jones, sengsara ditanggung sendiri senangpun ditanggung sendirian dibagi rata saling menguatkan.

Buat yang masih gagap dalam berbicara manfaatkan selama masih kuliah atau yang akan kuliah, untuk bergabung menjadi anggota organisasi tertentu dan yang kamu minati saja satu sudah lebih dari cukup kalau kuat di time management bolehlah 2 organisasi. Inget kamu kuliah jurusan kedokteran ya, meleset sedikit bisa berabe kuliahnya.

skripsimalang.com pernah menanyakan kepada beberapa klien yang berasal dari fakultas kedokteran, mereka menjelaskan bahwa estimasi rata-rata kuliah kedokteran itu 5-7 tahun, jika lebih dari itu maka nikmatilah atau eliminasi setiap beban yang tak seharusnya kamu terima. Seperti pembuatan skripsi yang tak kunjung selesai dan selalu berhenti sesaat di revisi.