Rumusan masalah merupakan salah satu bagian terpenting dalam penulisan skripsi. Bagian ini berfungsi sebagai landasan utama penelitian, karena dari rumusan masalahlah tujuan, metode, dan arah analisis ditentukan. Tanpa rumusan masalah yang jelas, penelitian bisa kehilangan fokus, sehingga hasil yang diperoleh tidak maksimal atau bahkan tidak relevan dengan topik yang diangkat. Oleh karena itu, memahami cara membuat rumusan masalah yang benar sangat penting bagi setiap mahasiswa yang sedang menyusun skripsi.
Rumusan masalah yang jelas dan sistematis akan memberikan panduan yang konkret selama proses penelitian, mulai dari pengumpulan data hingga analisis dan penyusunan kesimpulan. Artikel ini bertujuan untuk membantu mahasiswa memahami langkah-langkah membuat rumusan masalah yang tepat, sehingga penelitian yang dilakukan lebih terarah, efektif, dan memiliki kualitas akademik yang baik. Dengan pemahaman ini, mahasiswa dapat menyusun skripsi secara lebih percaya diri dan profesional.

Apa Itu Rumusan Masalah Skripsi?
Rumusan masalah adalah pernyataan yang menjelaskan masalah utama yang ingin dipecahkan dalam penelitian. Bagian ini menjadi titik awal dari seluruh proses skripsi karena menentukan fokus dan arah penelitian. Rumusan masalah biasanya disusun dalam bentuk pertanyaan penelitian atau pernyataan yang spesifik, jelas, dan dapat dianalisis secara ilmiah.
Fungsi utama rumusan masalah adalah menjadi panduan penelitian, sehingga setiap langkah mulai dari pengumpulan data hingga analisis tetap terarah. Rumusan masalah juga membantu mahasiswa untuk tetap fokus pada topik yang relevan dan menghindari penyimpangan dari tujuan penelitian.
Selain itu, rumusan masalah memiliki hubungan erat dengan tujuan dan hipotesis penelitian. Rumusan masalah yang jelas akan memudahkan penentuan tujuan penelitian dan perumusan hipotesis yang tepat, sehingga penelitian memiliki kerangka yang sistematis dan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.
Baca juga: Cara Membuat Latar Belakang Skripsi yang Baik dan Tepat Cara menyusun rumusan masalah skripsi dengan mudah
Ciri-Ciri Rumusan Masalah yang Baik
Agar penelitian skripsi berjalan dengan fokus dan efektif, penting bagi mahasiswa untuk menyusun rumusan masalah yang baik dan sistematis. Rumusan masalah yang berkualitas akan memudahkan penentuan metode penelitian, analisis data, dan penarikan kesimpulan.
Berikut beberapa ciri utama yang harus diperhatikan dalam menyusun rumusan masalah:
- Jelas dan spesifik
Rumusan masalah harus dirumuskan dengan bahasa yang mudah dipahami, tidak ambigu, dan fokus pada satu masalah utama. Hal ini membantu penelitian tetap terarah dan meminimalkan kebingungan saat menganalisis data. - Relevan dengan topik penelitian
Setiap pertanyaan atau pernyataan dalam rumusan masalah harus berkaitan langsung dengan topik yang diangkat, sehingga penelitian tetap konsisten dengan tujuan awal. - Dapat diteliti dan dianalisis secara ilmiah
Rumusan masalah harus memungkinkan pengumpulan data dan analisis yang objektif, sehingga hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. - Mengarah pada tujuan penelitian
Rumusan masalah yang baik selalu selaras dengan tujuan penelitian. Dengan begitu, setiap langkah penelitian akan mendukung pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.
Memahami ciri-ciri ini membantu mahasiswa menyusun rumusan masalah yang tidak hanya benar secara akademik, tetapi juga praktis dan mudah diterapkan dalam penelitian skripsi.
Langkah-Langkah Membuat Rumusan Masalah yang Benar
Menyusun rumusan masalah yang tepat membutuhkan proses sistematis agar penelitian skripsi berjalan lancar dan fokus. Langkah-langkah berikut dapat membantu mahasiswa membuat rumusan masalah yang benar dan mudah diterapkan:
- Menentukan topik penelitian secara fokus
Pilih topik yang jelas dan spesifik sehingga penelitian memiliki arah yang terdefinisi dengan baik. Hindari topik yang terlalu luas atau ambigu. - Mengidentifikasi masalah utama dan masalah turunan
Tentukan masalah inti yang ingin dipecahkan, lalu uraikan masalah pendukung atau turunan yang relevan. Hal ini membantu menyusun kerangka penelitian yang sistematis. - Mengumpulkan data pendukung awal
Kumpulkan informasi awal dari literatur, jurnal, atau sumber terpercaya untuk memperkuat dasar perumusan masalah. Data ini juga membantu memvalidasi fokus penelitian. - Membuat pertanyaan penelitian yang spesifik dan terukur
Ubah masalah yang telah diidentifikasi menjadi pertanyaan penelitian yang jelas dan bisa dianalisis secara ilmiah. Pastikan pertanyaan ini sesuai dengan tujuan penelitian. - Menyusun rumusan masalah dalam bentuk kalimat tanya atau pernyataan penelitian
Susun rumusan masalah akhir sehingga mudah dipahami dan langsung mengarah pada tujuan penelitian. Bentuknya bisa berupa pertanyaan penelitian atau pernyataan yang membutuhkan jawaban ilmiah.
Dengan mengikuti langkah-langkah ini, mahasiswa dapat menyusun rumusan masalah yang benar, sistematis, dan relevan, sehingga penelitian memiliki arah yang jelas dan mudah dikelola dari awal hingga akhir.
Contoh Rumusan Masalah Skripsi yang Sistematis
Untuk lebih memahami cara membuat rumusan masalah yang benar dan sistematis, berikut beberapa contoh rumusan masalah berdasarkan jenis penelitian:
- Contoh 1: Rumusan masalah untuk penelitian kuantitatif
Bagaimana pengaruh metode pembelajaran berbasis proyek terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMA Negeri 1 Talun?
Rumusan masalah ini jelas, spesifik, dan dapat diukur menggunakan data numerik. Pertanyaan penelitian ini juga mengarah langsung pada tujuan penelitian, yaitu menilai pengaruh metode pembelajaran tertentu terhadap hasil belajar. - Contoh 2: Rumusan masalah untuk penelitian kualitatif
Bagaimana pengalaman guru dalam menerapkan metode pembelajaran berbasis proyek di kelas X SMA Negeri 1 Talun?
Rumusan masalah ini fokus pada pengalaman dan persepsi subjek penelitian. Pertanyaan bersifat terbuka dan memungkinkan analisis mendalam melalui wawancara, observasi, atau studi dokumen, sehingga sesuai untuk penelitian kualitatif.
Kedua contoh di atas memenuhi kriteria rumusan masalah yang benar dan sistematis karena:
- Bersifat spesifik dan jelas, sehingga tidak menimbulkan kebingungan.
- Relevan dengan topik dan tujuan penelitian.
- Dapat dianalisis sesuai metode penelitian yang digunakan.
- Mengarahkan penelitian secara sistematis dari awal hingga kesimpulan.
Dengan mempelajari contoh ini, mahasiswa dapat menyesuaikan rumusan masalahnya sendiri sesuai jenis penelitian yang dipilih, sehingga skripsi menjadi lebih terstruktur dan profesional.
Kesalahan Umum dalam Menyusun Rumusan Masalah
Banyak mahasiswa sering menghadapi kendala saat menyusun rumusan masalah dalam skripsi, yang dapat membuat penelitian menjadi kurang fokus atau hasilnya tidak relevan. Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah membuat rumusan masalah yang terlalu umum atau luas, sehingga pertanyaan penelitian sulit dijawab secara spesifik dan arah penelitian menjadi kabur. Selain itu, rumusan masalah yang tidak relevan dengan topik penelitian juga kerap ditemukan, membuat penelitian menjadi tidak konsisten dan menyimpang dari tujuan utama.
Kesalahan lainnya adalah rumusan masalah yang tidak dapat diuji atau dianalisis secara ilmiah, terutama jika pertanyaannya terlalu abstrak atau bersifat opini murni. Rumusan masalah yang tidak tersambung dengan tujuan penelitian juga menjadi masalah, karena setiap langkah penelitian menjadi tidak terarah dan hasilnya sulit digunakan untuk mencapai sasaran penelitian. Dengan menyadari dan menghindari kesalahan-kesalahan ini, mahasiswa dapat menyusun rumusan masalah yang lebih jelas, sistematis, dan relevan, sehingga penelitian skripsi berjalan lebih terfokus dan efektif.
Tips Agar Rumusan Masalah Lebih Efektif
Agar rumusan masalah dalam skripsi lebih jelas, sistematis, dan mudah diterapkan, ada beberapa tips yang bisa diikuti mahasiswa:
- Gunakan bahasa yang sederhana dan jelas: Hindari istilah yang membingungkan atau terlalu teknis, sehingga rumusan masalah mudah dipahami oleh pembaca.
- Fokus pada masalah yang paling penting: Pilih masalah inti yang benar-benar relevan dengan topik penelitian, sehingga penelitian tetap terarah dan efisien.
- Sinkronkan dengan tujuan dan metode penelitian: Pastikan rumusan masalah selaras dengan tujuan penelitian dan jenis metode yang akan digunakan agar hasilnya konsisten dan dapat dianalisis.
- Diskusikan dengan dosen pembimbing: Mendapatkan masukan dari dosen pembimbing membantu menyempurnakan rumusan masalah dan memastikan kesesuaian dengan standar akademik.
Dengan mengikuti tips-tips ini, mahasiswa dapat menyusun rumusan masalah yang lebih efektif, sistematis, dan relevan, sehingga proses penelitian skripsi menjadi lebih terstruktur dan hasil penelitian lebih berkualitas.
Baca juga: Contoh Rumusan Masalah Skripsi Kuantitatif dan Kualitatif Cara Memperbaiki Rumusan Masalah Skripsi Beserta Contohnya
Kesimpulan
Rumusan masalah yang benar dan sistematis memegang peranan penting dalam keberhasilan sebuah skripsi. Dengan rumusan masalah yang jelas, spesifik, dan relevan, penelitian menjadi lebih terarah, fokus, dan mudah dianalisis, sehingga kualitas hasil penelitian meningkat.
Selain itu, rumusan masalah yang baik berdampak positif terhadap seluruh proses penelitian, mulai dari penentuan metode, pengumpulan data, hingga penarikan kesimpulan. Oleh karena itu, mahasiswa disarankan untuk selalu mengevaluasi dan menyempurnakan rumusan masalah sebelum finalisasi, sehingga skripsi yang dihasilkan lebih sistematis, efektif, dan sesuai standar akademik.
Untuk mendapatkan informasi terbaru dan terpercaya seputar skripsi, terus ikuti berbagai artikel edukatif dari Skripsi Malang serta manfaatkan layanan pendampingan skripsi dan tugas akhir dengan menghubungi Admin Skripsi Malang, agar Anda dapat Konsultasikan kesulitan Anda dan raih kelulusan studi lebih cepat.


