Template Jurnal Scopus: Cara Menyesuaikan Manuskrip dengan Author Guidelines Sebelum Submission

Menulis artikel ilmiah untuk jurnal yang terindeks Scopus tidak hanya membutuhkan penelitian yang kuat, tetapi juga kemampuan menyesuaikan manuskrip dengan ketentuan jurnal tujuan. Setiap jurnal dapat memiliki aturan berbeda mengenai struktur artikel, jumlah kata, format abstrak, gaya sitasi, tabel, gambar, hingga susunan bagian penelitian. Karena itu, penggunaan template jurnal Scopus dan pemeriksaan author guidelines menjadi tahap penting sebelum submission.

Banyak manuskrip yang sebenarnya memiliki topik dan hasil penelitian yang menarik, tetapi menghadapi masalah pada tahap editorial karena formatnya tidak sesuai dengan ketentuan jurnal. Kesalahan seperti struktur artikel yang tidak tepat, referensi tidak mengikuti gaya yang diminta, atau format tabel yang berbeda dari ketentuan dapat membuat proses pemeriksaan menjadi lebih sulit. Meskipun tidak semua kesalahan teknis langsung menyebabkan penolakan, kepatuhan terhadap panduan menunjukkan bahwa penulis memahami standar jurnal yang dituju.

Artikel ini membahas cara menggunakan template jurnal Scopus secara tepat dan bagaimana mengubah manuskrip agar sesuai dengan author guidelines. Pembahasan mencakup fungsi template, bagian-bagian yang perlu diperiksa, langkah penyesuaian, hingga checklist sebelum submission. Dengan mengikuti proses tersebut, penulis dapat mempersiapkan manuskrip secara lebih sistematis dan mengurangi kesalahan teknis sebelum artikel dikirim kepada editor.

Baca juga : Konsultasi Skripsi Online Terpercaya 

Memahami Fungsi Template Jurnal Scopus

Template jurnal Scopus pada dasarnya merupakan dokumen acuan yang disediakan oleh penerbit atau pengelola jurnal untuk membantu penulis mengikuti format manuskrip yang ditentukan. Template dapat menunjukkan struktur halaman, jenis dan ukuran huruf, jarak antarbagian, format judul, penempatan tabel, gambar, serta pola penulisan referensi. Namun, template bukan berarti satu format yang berlaku untuk seluruh jurnal yang terindeks Scopus karena setiap jurnal memiliki kebijakan editorial masing-masing.

Penggunaan template sebaiknya dilakukan setelah penulis menentukan jurnal tujuan. Manuskrip yang dikirim ke satu jurnal tidak selalu dapat langsung digunakan untuk jurnal lain meskipun keduanya berada pada bidang yang sama. Perbedaan author guidelines dapat membuat penulis harus mengubah struktur abstrak, gaya sitasi, jumlah kata, susunan heading, hingga format daftar pustaka.

Hal yang perlu dipahami adalah template dan author guidelines memiliki fungsi yang saling melengkapi. Template memberikan contoh visual dan teknis mengenai bagaimana artikel sebaiknya disusun, sedangkan author guidelines menjelaskan aturan publikasi yang harus dipenuhi. Karena itu, penulis sebaiknya tidak hanya mengunduh template jurnal Scopus kemudian mengganti isi contoh dengan manuskrip sendiri tanpa membaca panduan secara menyeluruh.

Bagian Manuskrip yang Perlu Disesuaikan

Penyesuaian pertama biasanya dimulai dari struktur manuskrip. Banyak jurnal menggunakan struktur seperti judul, abstrak, kata kunci, pendahuluan, metode, hasil, pembahasan, kesimpulan, dan referensi, tetapi susunan serta nama bagian tersebut dapat berbeda. Beberapa jurnal juga meminta bagian tambahan seperti highlights, graphical abstract, data availability statement, conflict of interest, funding, atau author contribution.

Judul dan abstrak juga perlu mendapatkan perhatian khusus karena keduanya menjadi bagian pertama yang dibaca oleh editor dan calon pembaca. Judul harus menggambarkan isi penelitian secara jelas tanpa terlalu panjang, sedangkan abstrak perlu mengikuti jumlah kata dan struktur yang ditentukan jurnal. Jika jurnal menggunakan structured abstract, misalnya, penulis perlu mengikuti subbagian yang diminta daripada menggunakan paragraf abstrak bebas.

Bagian referensi merupakan aspek teknis lain yang perlu disesuaikan. Jurnal dapat menggunakan gaya sitasi tertentu seperti APA, Vancouver, Harvard, IEEE, atau gaya khusus penerbit, sehingga format kutipan dalam teks dan daftar pustaka harus mengikuti ketentuan yang berlaku. Selain format, penulis juga perlu memastikan setiap sumber yang dicantumkan dalam daftar pustaka benar-benar dikutip dalam artikel dan setiap sumber yang dikutip tersedia dalam daftar pustaka.

Langkah Menyesuaikan Manuskrip dengan Author Guidelines

Sebelum mengubah manuskrip, penulis sebaiknya membaca panduan jurnal secara keseluruhan agar tidak melakukan revisi berulang. Beberapa bagian berikut dapat digunakan sebagai checklist ketika menyesuaikan artikel dengan template jurnal Scopus.

  • Pastikan jurnal tujuan memang sesuai dengan topik dan scope penelitian sebelum mulai melakukan formatting.
  • Unduh template terbaru dari website resmi jurnal atau penerbit apabila template tersebut memang disediakan.
  • Baca author guidelines secara menyeluruh, terutama bagian mengenai jenis artikel, struktur manuskrip, batas kata, dan proses submission.
  • Sesuaikan judul dengan ketentuan jurnal, termasuk batas panjang judul dan penggunaan istilah tertentu jika ada.
  • Periksa abstrak dan pastikan jumlah kata serta strukturnya sesuai dengan ketentuan.
  • Sesuaikan kata kunci dengan jumlah yang diminta dan gunakan istilah yang benar-benar berkaitan dengan penelitian.
  • Atur heading dan subheading mengikuti struktur yang ditentukan jurnal.
  • Periksa format tabel, gambar, grafik, caption, nomor tabel, serta nomor gambar.
  • Sesuaikan gaya sitasi dan daftar pustaka dengan reference style jurnal.
  • Periksa format file yang diperbolehkan, seperti DOCX, LaTeX, atau format lainnya.
  • Perhatikan ketentuan mengenai supplementary material apabila jurnal menyediakannya.
  • Periksa pernyataan etika, konflik kepentingan, pendanaan, kontribusi penulis, atau ketersediaan data jika diwajibkan.
  • Pastikan seluruh identitas dan afiliasi penulis ditulis sesuai format yang diminta.
  • Hapus informasi yang tidak diperbolehkan dalam naskah utama, misalnya identitas penulis jika jurnal menerapkan proses double-blind review.
  • Periksa kembali manuskrip setelah formatting untuk memastikan perubahan format tidak merusak isi, tabel, gambar, maupun referensi.

Checklist Template Jurnal Scopus Sebelum Submission

Agar proses pemeriksaan lebih mudah, penulis dapat menggunakan tabel berikut sebagai checklist akhir. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan setelah manuskrip selesai disesuaikan dengan jurnal tujuan.

Bagian Hal yang perlu diperiksa Status yang diharapkan
Judul Panjang dan format sesuai panduan Sesuai
Abstrak Struktur dan jumlah kata sesuai ketentuan Sesuai
Kata kunci Jumlah dan relevansi istilah sesuai Sesuai
Pendahuluan Research gap dan tujuan penelitian jelas Sesuai
Metode Struktur dan penjelasan metode lengkap Sesuai
Hasil Data disajikan secara konsisten Sesuai
Pembahasan Hasil diinterpretasikan dan dikaitkan dengan literatur Sesuai
Kesimpulan Sesuai dengan hasil penelitian Sesuai
Tabel Penomoran, caption, dan format sesuai Sesuai
Gambar Resolusi, format, caption, dan posisi sesuai Sesuai
Sitasi Mengikuti gaya referensi jurnal Sesuai
Daftar pustaka Konsisten dengan kutipan dalam teks Sesuai
Afiliasi Format institusi sesuai panduan Sesuai
Pernyataan tambahan Etika, pendanaan, konflik kepentingan, dan lainnya tersedia jika diwajibkan Sesuai
File submission Format file sesuai sistem jurnal Sesuai

Checklist tersebut dapat membantu mengubah proses formatting menjadi pemeriksaan yang lebih terstruktur. Penulis dapat menandai setiap bagian setelah memastikan bahwa persyaratan telah dipenuhi. Cara ini juga berguna untuk menghindari situasi ketika manuskrip terlihat sudah rapi secara visual, tetapi masih memiliki persyaratan administratif yang belum terpenuhi.

Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Menggunakan Template

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menggunakan template lama yang sudah tidak sesuai dengan ketentuan jurnal. Website jurnal dapat mengalami perubahan kebijakan, termasuk perubahan format, jenis artikel, sistem submission, atau persyaratan tambahan. Oleh sebab itu, penulis sebaiknya mengambil template dan panduan langsung dari sumber resmi jurnal pada saat mempersiapkan submission, bukan mengandalkan file yang diperoleh dari artikel lama atau sumber tidak resmi.

Kesalahan berikutnya adalah terlalu fokus pada tampilan tanpa memperhatikan isi manuskrip. Template jurnal Scopus membantu mengatur format, tetapi tidak dapat memperbaiki research gap, novelty, metodologi, analisis, atau kualitas pembahasan. Manuskrip tetap harus memiliki kontribusi ilmiah yang jelas dan sesuai dengan scope jurnal karena formatting yang sempurna tidak dapat menggantikan kualitas penelitian.

Penulis juga perlu melakukan pemeriksaan akhir setelah seluruh manuskrip dimasukkan ke dalam template. Perubahan format dapat menyebabkan tabel berpindah halaman, gambar tidak berada di tempat yang tepat, persamaan berubah tampilan, atau referensi menjadi tidak konsisten. Pemeriksaan akhir secara menyeluruh akan membantu memastikan bahwa manuskrip tidak hanya sesuai dengan template secara visual, tetapi juga siap dikirim melalui sistem submission jurnal.

Baca juga : Strategi Publikasi Scopus: Cara Menentukan Target Q1–Q4 dan Mempersiapkan Manuskrip

Kesimpulan

Template jurnal Scopus merupakan alat penting untuk membantu penulis menyesuaikan manuskrip dengan standar teknis jurnal tujuan. Namun, template tidak boleh digunakan secara terpisah dari author guidelines karena panduan resmi jurnal dapat memuat persyaratan yang tidak selalu terlihat dari contoh format. Penulis perlu memeriksa struktur artikel, abstrak, kata kunci, heading, tabel, gambar, sitasi, referensi, hingga berbagai pernyataan tambahan sebelum melakukan submission.

Persiapan yang baik sebaiknya dimulai dengan memilih jurnal yang benar-benar sesuai dengan topik penelitian, kemudian membaca author guidelines dan menggunakan template terbaru dari sumber resmi. Setelah manuskrip disesuaikan, lakukan pemeriksaan menggunakan checklist agar tidak ada persyaratan yang terlewat. Dengan cara tersebut, penggunaan template jurnal Scopus bukan sekadar aktivitas formatting, tetapi menjadi bagian dari strategi mempersiapkan manuskrip yang lebih profesional, rapi, dan siap memasuki proses editorial.

Untuk mendapatkan informasi terbaru dan terpercaya seputar skripsi, terus ikuti berbagai artikel edukatif dari Skripsi Malang serta manfaatkan layanan pendampingan skripsi dan tugas akhir dengan menghubungi Admin Skripsi Malang, agar Anda dapat Konsultasikan kesulitan Anda dan raih kelulusan studi lebih cepat.

This will close in 20 seconds