Tujuan penelitian dalam abstrak merupakan salah satu unsur penting yang membantu pembaca memahami arah sebuah penelitian. Bagian ini menjelaskan secara singkat hal yang ingin diketahui, dianalisis, diuji, atau dikembangkan melalui penelitian yang dilakukan. Meskipun biasanya hanya ditulis dalam satu atau dua kalimat, tujuan penelitian memberikan konteks yang diperlukan untuk memahami hubungan antara masalah, metode, dan hasil penelitian.
Penulisan tujuan penelitian dalam abstrak tidak cukup hanya dengan menyalin bagian tujuan dari bab pendahuluan. Abstrak memiliki ruang yang terbatas sehingga tujuan perlu diringkas dengan kalimat yang langsung, jelas, dan sesuai dengan hasil penelitian. Kesalahan dalam menuliskan tujuan dapat membuat abstrak terlihat tidak fokus atau bahkan memberikan gambaran yang berbeda dari isi karya ilmiah.
Memahami cara menulis tujuan penelitian secara efektif dapat membantu mahasiswa dan peneliti menghasilkan abstrak yang lebih informatif. Tujuan yang tepat juga memudahkan pembaca memahami mengapa penelitian dilakukan dan apa yang ingin dicapai melalui proses penelitian. Artikel ini membahas fungsi tujuan penelitian dalam abstrak, karakteristik tujuan yang baik, cara menuliskannya, kesalahan yang perlu dihindari, serta contoh penerapannya pada berbagai jenis penelitian.
Baca juga : Konsultasi Skripsi Online Terpercaya
Fungsi Tujuan Penelitian dalam Abstrak
Tujuan penelitian dalam abstrak berfungsi sebagai penghubung antara masalah yang dibahas dan hasil yang diperoleh. Setelah pembaca mengetahui konteks atau permasalahan penelitian, tujuan menjelaskan fokus yang hendak dicapai oleh peneliti. Dengan demikian, pembaca dapat memahami alasan penelitian dilakukan sebelum melihat metode dan temuan yang disampaikan dalam bagian berikutnya.
Tujuan juga membantu membatasi ruang lingkup penelitian. Sebuah penelitian dapat membahas topik yang luas, tetapi tujuan menunjukkan aspek tertentu yang menjadi perhatian utama. Misalnya, penelitian mengenai penggunaan teknologi dalam pembelajaran dapat difokuskan pada pengaruh penggunaan aplikasi tertentu terhadap motivasi belajar siswa, bukan membahas seluruh aspek teknologi pendidikan.
Kejelasan tujuan sangat berkaitan dengan unsur lain dalam abstrak. Metode penelitian seharusnya dipilih untuk menjawab tujuan yang telah ditetapkan, sedangkan hasil harus menunjukkan temuan yang berkaitan dengan tujuan tersebut. Karena itu, tujuan penelitian dalam abstrak perlu ditulis secara konsisten dengan rumusan masalah, metodologi, hasil, dan kesimpulan dalam karya ilmiah.

Karakteristik Tujuan Penelitian yang Efektif
Tujuan penelitian yang efektif memiliki fokus yang jelas dan tidak menggunakan kalimat yang terlalu panjang. Penulis sebaiknya langsung menyampaikan apa yang ingin dicapai daripada memberikan penjelasan teoritis yang seharusnya berada dalam bagian pendahuluan. Kalimat yang ringkas membuat pembaca lebih cepat memahami arah penelitian.
Penggunaan kata kerja yang tepat juga berpengaruh terhadap kejelasan tujuan. Kata seperti menganalisis, mengidentifikasi, mengetahui, menguji, membandingkan, mengevaluasi, atau mengembangkan dapat digunakan sesuai dengan desain dan fokus penelitian. Pemilihan kata kerja sebaiknya menggambarkan aktivitas penelitian yang benar-benar dilakukan, bukan sekadar terdengar akademis.
Tujuan juga harus realistis dan dapat dihubungkan dengan data yang diperoleh. Jika penelitian hanya mengukur hubungan antara dua variabel, tujuan sebaiknya tidak menggunakan kata yang menunjukkan pembuktian sebab-akibat apabila desain penelitian tidak mendukungnya. Dengan menyesuaikan tujuan terhadap metode, penulis dapat menghindari klaim yang terlalu luas dalam abstrak.
Cara Menulis Tujuan Penelitian dalam Abstrak
Penulisan dapat dimulai dengan mengidentifikasi tujuan utama yang terdapat dalam naskah penelitian. Jika terdapat beberapa tujuan, pilih dan rangkum tujuan yang paling mewakili fokus penelitian. Hindari memasukkan seluruh tujuan khusus apabila hal tersebut membuat abstrak menjadi terlalu panjang dan mengurangi ruang untuk metode serta hasil.
Setelah menentukan fokus, ubah tujuan menjadi kalimat yang ringkas dan spesifik. Kalimat dapat diawali dengan ungkapan seperti “Penelitian ini bertujuan untuk…” kemudian dilanjutkan dengan tindakan atau sasaran penelitian. Namun, struktur tersebut bukan satu-satunya pilihan karena penulis juga dapat menyampaikan tujuan secara langsung selama maknanya tetap jelas.
Tujuan yang ditulis dalam abstrak harus menggunakan versi final penelitian. Jika selama proses penelitian terjadi perubahan objek, variabel, metode, atau fokus, abstrak perlu diperbarui. Tujuannya bukan sekadar membuat kalimat terlihat formal, tetapi memastikan bahwa tujuan yang tercantum benar-benar sesuai dengan penelitian yang akhirnya dilakukan.
Langkah Praktis Menyusun Tujuan dalam Abstrak
Sebelum memasukkan tujuan ke dalam abstrak, penulis dapat melakukan beberapa pemeriksaan sederhana. Langkah berikut membantu memastikan tujuan tidak terlalu luas, tidak keluar dari fokus penelitian, dan dapat dihubungkan dengan hasil yang akan disampaikan.
- Baca kembali rumusan masalah dan tujuan utama penelitian.
- Tentukan satu fokus utama yang paling penting untuk ditampilkan dalam abstrak.
- Pilih kata kerja yang sesuai dengan desain penelitian.
- Sebutkan objek atau variabel utama apabila diperlukan untuk memperjelas fokus.
- Hindari penjelasan latar belakang yang terlalu panjang di dalam kalimat tujuan.
- Pastikan tujuan dapat dijawab melalui metode yang digunakan.
- Cocokkan tujuan dengan hasil penelitian yang tersedia.
- Hindari tujuan yang tidak dibahas dalam bagian hasil atau kesimpulan.
- Gunakan istilah yang konsisten dengan judul dan isi karya ilmiah.
- Periksa kembali kalimat agar tidak terlalu panjang atau memiliki lebih dari satu fokus yang tidak berkaitan.
- Sesuaikan tujuan dengan batasan penelitian.
- Pastikan tujuan dalam abstrak sudah menggunakan versi penelitian terakhir.
Langkah tersebut dapat digunakan sebagai checklist sebelum abstrak dikirim. Jika setiap tujuan dapat ditelusuri hubungannya dengan masalah, metode, hasil, dan kesimpulan, struktur abstrak akan menjadi lebih konsisten. Pemeriksaan seperti ini juga membantu mencegah tujuan lama dari proposal atau draft sebelumnya tetap muncul dalam naskah final.
Perbandingan Penulisan Tujuan Berdasarkan Jenis Penelitian
Cara merumuskan tujuan dalam abstrak dapat berbeda berdasarkan karakteristik penelitian. Kata kerja yang digunakan perlu mencerminkan apa yang benar-benar dilakukan peneliti sehingga pembaca tidak salah memahami ruang lingkup penelitian. Tabel berikut memberikan gambaran mengenai bentuk tujuan yang dapat digunakan sebagai referensi.
| Jenis Penelitian | Fokus Tujuan | Kata Kerja yang Dapat Digunakan | Contoh Fokus |
|---|---|---|---|
| Deskriptif | Menggambarkan suatu kondisi | Mendeskripsikan, menggambarkan | Mendeskripsikan tingkat literasi digital siswa |
| Korelasional | Mengetahui hubungan | Menganalisis, mengetahui hubungan | Menganalisis hubungan motivasi dan hasil belajar |
| Eksperimen | Menguji efek perlakuan | Menguji, menganalisis pengaruh | Menguji pengaruh metode pembelajaran terhadap hasil belajar |
| Komparatif | Membandingkan kelompok | Membandingkan, menganalisis perbedaan | Membandingkan hasil belajar dua kelompok |
| Kualitatif | Memahami fenomena | Mengeksplorasi, memahami, mengidentifikasi | Mengeksplorasi pengalaman pengguna aplikasi |
| Studi kasus | Mengkaji kasus tertentu | Menganalisis, mengkaji | Menganalisis penerapan sistem pada suatu organisasi |
| Pengembangan | Menghasilkan atau menguji produk | Mengembangkan, menguji, mengevaluasi | Mengembangkan media pembelajaran interaktif |
Contoh dalam tabel tersebut perlu disesuaikan dengan penelitian yang sebenarnya dilakukan. Kata “menganalisis pengaruh”, misalnya, sebaiknya digunakan ketika desain dan analisis penelitian memang memungkinkan peneliti membahas pengaruh. Penulis tidak perlu menggunakan istilah yang kompleks jika kata kerja sederhana sudah mampu menjelaskan tujuan dengan akurat.
Menyesuaikan Tujuan dengan Hasil Penelitian
Hubungan antara tujuan dan hasil perlu diperiksa sebelum abstrak dianggap selesai. Setiap tujuan yang dicantumkan sebaiknya memiliki temuan yang relevan pada bagian hasil penelitian. Jika tujuan menyebutkan analisis hubungan dua variabel, misalnya, bagian hasil perlu menyajikan temuan yang berkaitan dengan hubungan tersebut.
Ketidaksesuaian dapat terjadi ketika tujuan penelitian mengalami perubahan tetapi abstrak masih menggunakan tujuan lama. Perubahan juga dapat muncul setelah penulis menghilangkan salah satu variabel atau mengubah objek penelitian. Dalam kondisi tersebut, tujuan pada abstrak harus diperbarui agar tidak menciptakan pertanyaan mengenai hasil yang sebenarnya tidak dibahas.
Penulis dapat melakukan pemeriksaan dengan membaca tujuan dan hasil secara berdampingan. Tanyakan apakah hasil penelitian benar-benar memberikan jawaban terhadap tujuan yang ditulis dalam abstrak. Jika jawabannya belum jelas, kalimat tujuan atau bagian hasil mungkin perlu diperiksa kembali sebelum artikel disubmit.

Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Penulisan Tujuan
Kesalahan yang umum adalah menulis tujuan terlalu luas dibandingkan ruang lingkup penelitian. Misalnya, penelitian yang hanya dilakukan pada satu kelompok responden digunakan untuk membuat tujuan mengenai kondisi seluruh masyarakat. Tujuan seperti ini dapat membuat pembaca mengira bahwa penelitian memiliki cakupan yang lebih besar daripada kenyataannya.
Kesalahan lain adalah menggunakan terlalu banyak kata kerja dalam satu kalimat. Kalimat seperti “menganalisis, mengetahui, mengidentifikasi, mengevaluasi, dan membuktikan” dapat membuat tujuan terlihat tidak terarah apabila seluruh aktivitas tersebut tidak benar-benar menjadi fokus penelitian. Lebih baik memilih kata kerja yang paling tepat dan menggunakannya untuk menggambarkan tujuan utama secara langsung.
Penulis juga perlu menghindari tujuan yang sebenarnya merupakan metode penelitian. Kalimat yang hanya menjelaskan bahwa penelitian menggunakan kuesioner atau wawancara belum menunjukkan apa yang ingin dicapai. Informasi mengenai cara penelitian dilakukan termasuk bagian metode, sedangkan tujuan harus menjelaskan sasaran yang hendak dicapai melalui proses tersebut.
Pemeriksaan Tujuan Sebelum Abstrak Disubmit
Sebelum submission, penulis dapat membaca abstrak tanpa melihat naskah utama terlebih dahulu. Perhatikan apakah tujuan dapat dipahami hanya dari kalimat yang tersedia dan apakah pembaca dapat mengetahui fokus penelitian dengan cepat. Jika tujuan terasa terlalu umum, tambahkan objek, variabel, fenomena, atau konteks yang diperlukan tanpa membuat kalimat menjadi berlebihan.
Setelah itu, bandingkan tujuan dalam abstrak dengan bagian pendahuluan. Periksa apakah rumusan masalah, tujuan penelitian, dan fokus pembahasan menggunakan konsep yang konsisten. Selanjutnya, cocokkan tujuan dengan metode dan hasil untuk memastikan penelitian benar-benar melakukan apa yang dinyatakan dalam abstrak.
Pemeriksaan terakhir perlu mempertimbangkan pedoman jurnal atau institusi. Beberapa penerbit meminta abstrak terstruktur dan menyediakan bagian khusus untuk tujuan, sedangkan lainnya meminta seluruh unsur abstrak disajikan dalam satu paragraf. Penulis perlu mengikuti format yang ditentukan tanpa mengorbankan kejelasan tujuan penelitian.
Membuat Tujuan yang Ringkas tetapi Tetap Informatif
Tujuan penelitian dalam abstrak tidak perlu memuat seluruh latar belakang atau alasan teoritis yang mendasari penelitian. Informasi tersebut dapat dijelaskan secara singkat pada bagian pembuka abstrak jika memang diperlukan. Kalimat tujuan cukup menunjukkan sasaran utama sehingga ruang yang tersedia dapat digunakan untuk metode dan hasil.
Keringkasan juga tidak berarti menghilangkan informasi penting. Tujuan yang hanya berbunyi “mengetahui hasil penelitian” terlalu umum karena tidak menjelaskan apa yang ingin diketahui. Penulis perlu mempertahankan unsur utama seperti objek, variabel, fenomena, atau hubungan yang menjadi fokus penelitian.
Pada akhirnya, tujuan yang efektif adalah tujuan yang dapat langsung dihubungkan dengan hasil. Pembaca seharusnya dapat melihat hubungan logis antara apa yang ingin dicapai dan apa yang ditemukan. Jika hubungan tersebut jelas, abstrak akan terasa lebih terstruktur dan penelitian lebih mudah dipahami.
Baca juga : Abstrak Tidak Menggambarkan Hasil Penelitian dan Cara Memperbaiki Bagian Temuan
Kesimpulan
Tujuan penelitian dalam abstrak berfungsi untuk menjelaskan secara singkat arah dan sasaran utama penelitian. Penulis perlu menyusunnya secara jelas, spesifik, ringkas, dan sesuai dengan desain penelitian yang digunakan. Tujuan juga harus konsisten dengan rumusan masalah, metode, hasil, serta kesimpulan sehingga abstrak dapat menggambarkan penelitian secara utuh.
Cara menulis tujuan penelitian secara efektif dapat dimulai dengan menentukan fokus utama, memilih kata kerja yang tepat, menyebutkan objek atau variabel yang diperlukan, lalu menyesuaikannya dengan hasil penelitian. Sebelum submit, lakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan tujuan dalam abstrak merupakan versi final dan benar-benar dapat dijawab oleh penelitian. Dengan cara tersebut, abstrak dapat menjadi ringkasan akademik yang lebih jelas, informatif, dan mudah dipahami oleh pembaca.
Untuk mendapatkan informasi terbaru dan terpercaya seputar skripsi, terus ikuti berbagai artikel edukatif dari Skripsi Malang serta manfaatkan layanan pendampingan skripsi dan tugas akhir dengan menghubungi Admin Skripsi Malang, agar Anda dapat Konsultasikan kesulitan Anda dan raih kelulusan studi lebih cepat.

