Perbedaan Skripsi kuantitatif dan Kualitatif

Pada tahapan studi sarjana, mahasiswa seringkali dihadapkan pada pilihan untuk menyusun skripsi sebagai syarat kelulusan. Skripsi merupakan karya tulis ilmiah yang menjadi penanda penyelesaian pendidikan tingkat sarjana. Dalam penyusunan skripsi, terdapat dua pendekatan penelitian yang umumnya digunakan, yaitu kualitatif dan kuantitatif. Kedua pendekatan ini memiliki perbedaan mendasar dalam metodologi, analisis data, dan pendekatan terhadap fenomena yang teliti. 

Melakukan skripsi adalah langkah akhir bagi mahasiswa untuk lulus dari universitas. Saat melakukan skripsi, mereka akan dihadapkan pada pilihan skripsi kuantitatif dan kualitatif. Penting bagi mahasiswa untuk tidak salah memilih karena pilihan ini akan mempengaruhi proses pengerjaan skripsi secara keseluruhan. Untuk itu, di artikel ini yang harus Anda ketahui apa perbedaan antara skripsi kuantitatif dan kualitatif.

Pengertian Skripsi Kuantitatif dan Kualitatif

Skripsi kuantitatif dan skripsi kualitatif adalah dua jenis perdekatan penelitian yang berbeda yang umumnya digunakan dalam penyusunan karya ilmiah di tingkat sarjana. Perbedaan utama antara keduanya terletak pada cara pengumpulan dan analisis data, serta pendekatan terhadap fenomena yang teliti. Berikut ini adalah pengertian masing-masing skripsi kuantitatif dan kualitatif: 

Skripsi Kuantitatif

Skripsi kuantitatif adalah jenis penelitian yang menekankan pada pengumpulan dan analisis data kuantitatif, yaitu data yang berupa angka dan statistik. Pendekatan kuantitatif sering digunakan dalam ilmu teknik, ekonomi, eksakta, dan bidang studi lain yang menekankan pada pengukuran, perbandingan, dan generalisasi dari fenomena yang teliti.

Metode penelitian kuantitatif melibatkan desain penelitian yang terstruktur , penggunaan instrumen pengukuran yang valid, serta analisis statistik untuk menguji hipotesis dan membuat generalisasi tentang populasi yang lebih luas. Hasil dari skripsi kuantitatif seringkali berupa tabel, grafik, dan angka-angka yang menyajikan temuan penelitian secara sistematis dan terstruktur.

Skripsi Kualitatif

Skripsi kuantitatif adalah jenis penelitian yang menekankan pada pemahaman mendalam tentang makna, persepsi, dan konteks sosial dari fenomena yang diteliti. Pendekatan kualitatif sering digunakan dalam ilmu sosial dan bidang studi lainya yang menekankan pada aspek kualitatif dari data.

Metode penelitian kualitatif melibatkan pengumpulan data dalam berbagai bentuk seperti teks, gambar atau suara, yang kemudian dianalisis secara mendalam untuk menghasilkan pemahaman yang kaya dan kompleks tentang subjek penelitian, Para penelitian sering menggunakan teknik seperti wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen untuk mengumpulkan data yang relevan. Proses

analisisnya bersifat induktif, dimana pola-pola dan tema-tema yang muncul dari data yang digali secara teliti dan dianalisis secara mendalam. Hasil dari skripsi kualitatif seringkali berupa deskripsi naratif yang mendetail, analisis teks yang kritis, atau bahkan konstruksi teori baru yang muncul berdasarkan temuan penelitian yang telah diungkapkan.

Dengan ini skripsi kuantitatif dan kualitatif mewakili dua pendekatan penelitian yang berbeda, yang masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan tergantung pada bidang studi dan pertanyaan penelitian yang diajukan. Pemilihan antara keduanya ini akan tergantung pada tujuan penelitian, fenomena yang diteliti, serta yang paling sesuai untuk mengungkapkan temuan penelitian dengan tepat.

Baca juga: Bagimana Cara Membuat Skripsi yang Baik dan Benar 

Perbedaan Skripsi Kuantitatif dan Kualitatif

Sebelum Anda mulai melakukan skripsi, ketahui dulu beberapa perbedaan metode kuantitatif dan kualitatif berikut ini adalah perbedaan antara keduanya:

Metode Pengumpulan Data dalam Skripsi Kuantitatif

  • Survei

adalah salah satu metode pengumpulan data yang umum digunakan dalam penelitian kuantitatif. Survei melibatkan pengumpulan tanggapan atau pendapat dari responden terkait dengan serangkaian pertanyaan yang telah disusun sebelumnya. Metode ini memungkinkan peneliti untuk mengumpulkan data dalam jumlah besar dari berbagai individu atau kelompok secara efisien. Survei sering dilakukan melalui kuesioner yang dibagikan secara langsung, dikirimkan melalui pos, atau bahkan dilakukan secara daring melalui email atau platform survei online. 

Setelah data terkumpul, penelitian menggunakan teknik tatistik untuk menganalisis dan menginterpretasikan hasil survei, seperti menghitung rata-rata, deviasi standar, atau menggunakan uji hipotesis untuk menguji hubungan antar variabel. Survei merupakan salah satu cara efektif untuk mendapatkan informasi langsung dari responden dan menghasilkan data yang dapat diukur secara kuantitatif dalam penelitian kuantitatif.

  • Eksperimen

Dalam eksperimen, peneliti mengontrol satu atau lebih variabel independen untuk memahami pengaruhnya terhadap variabel dependen. Desain eksperimen seringkali melibatkan pembagian subjek penelitian menjadi dua kelompok atau lebih: kelompok kontrol yang tidak mendapatkan perlakuan, dan kelompok perlakuan yang diberikan perlakuan atau manipulasi tertentu. Data kemudian dikumpulkan dari kedua kelompok tersebut untuk membandingkan perbedaan hasilnya.

Misalnya dalam sebuah percobaan obat, kelompok kontrol mungkin diberi plasebo sedangkan kelompok perlakuan diberi obat yang sesungguhnya. Setelah perlakukan, data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik statistik untuk menentukan apakah perbedaan antara kelompok-kelompok tersebut signifikan secara statistik. Untuk mengidentifikasi hubungan sebab-akibat secara langsung antara variabel-variabel yang diteliti, sehingga memberikan bukti yang kuat dalam penelitian kuantitatif.

Metode Pengumpulan Data dalam Skripsi Kualitatif

  • Wawancara Mendalam

metode pengumpulan data yang paling umum digunakan dalam skripsi kualitatif. Dalam wawancara mendalam, peneliti berinteraksi secara langsung dengan subjek penelitian untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang pengalaman, pandangan, dan persepsi mereka terhadap topik yang diteliti. Wawancara dilakukan dengan menggunakan pedoman atau pertanyaan terstruktur yang dirancang sebelumnya, namun fleksibel sehingga peneliti dapat mengeksplorasi topik secara mendalam. 

Subjek penelitian diberikan kebebasan untuk menjelaskan pengalaman mereka dengan lebih rinci dan memberikan insight yang kompleks terkait dengan topik penelitian. Wawancara mendalam memungkinkan penelitian untuk mengeksplorasi nuansa dan kompleksitas fenomena yang diteliti dengan lebih baik, dan seringkali menghasilkan data yang kaya dan beragam yang menjadi dasar untuk analisis mendalam dalam skripsi kualitatif.

  • Analisis Dokumen

metode penting dalam skripsi kualitatif yang memungkinkan peneliti untuk memahami konteks, konstruksi makna, dan dinamika tertentu yang terkandung dalam dokumen tertulis. Dokumen yang dianalisis dapat berupa jurnal, rekaman, laporan, surat, buku, atau materi lain yang relevan dengan topik penelitian. Dalam analisis dokumen, peneliti secara sistematis membaca, menelaah, dan menginterpretasikan isi dokumen untuk mengidentifikasi pola, tema, dan informasi yang signifikan terkait dengan pertanyaan penelitian.

Metode ini memungkinkan peneliti untuk menggali informasi yang mendalam tentang pemahaman, nilai, atau keyakinan yang mendasari subjek penelitian, serta memperoleh wawasan tentang dinamika yang kompleks dari fenomena yang diteliti. Hasil dari analisis dokumen seringkali digunakan sebagai bahan referensi yang kuat dalam mendukung argumen atau temuan dalam skripsi kualitatif.

jasa konsultasi skripsi

Tujuan Penelitian dalam Skripsi Kualitatif dan Kuantitatif

Tujuan penelitian dalam skripsi kualitatif dan kuantitatif dapat bervariasi tergantung pada pendekatan penelitian yang diambil serta pertanyaan penelitian yang diajukan. Berikut adalah gambaran umum tentang tujuan penelitian dalam kedua jenis skripsi tersebut:

Tujuan Penelitian dalam Skripsi Kualitatif

  • Memahami Makna dan Konteks: Tujuan utama penelitian kualitatif adalah untuk memahami makna, persepsi, dan konteks sosial dari fenomena yang diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam tentang pengalaman manusia, pandangan subjek penelitian, dan konstruksi makna yang terkait dengan topik penelitian.
  • Eksplorasi Kompleksitas: Penelitian kualitatif bertujuan untuk mengeksplorasi kompleksitas fenomena yang diteliti dengan mendalam. Hal ini melibatkan analisis yang komprehensif terhadap berbagai faktor, interaksi, dan dinamika yang mempengaruhi fenomena tersebut.
  • Konstruksi Teori: Tujuan penelitian kualitatif juga dapat mencakup konstruksi teori baru atau pengembangan teori yang ada berdasarkan temuan penelitian. Penelitian ini dapat membantu dalam memperluas pemahaman kita tentang suatu konsep atau fenomena dalam bidang studi tertentu.

Tujuan Penelitian dalam Skripsi Kuantitatif 

  • Pengukuran dan Generalisasi: Tujuan utama penelitian kuantitatif adalah untuk mengukur variabel-variabel yang diteliti secara numerik dan membuat generalisasi tentang populasi yang lebih luas. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan temuan penelitian secara terstruktur dan dapat diukur secara statistik.
  • Verifikasi Hipotesis: Penelitian kuantitatif bertujuan untuk menguji hipotesis dan membuat kesimpulan berdasarkan bukti empiris yang diperoleh dari data yang terukur. Tujuan ini membantu dalam memvalidasi teori atau asumsi yang ada dalam bidang studi tertentu.
  • Analisis Statistik: Tujuan penelitian kuantitatif juga mencakup analisis data yang menggunakan metode statistik untuk mengidentifikasi hubungan antar variabel, menguji signifikansi, dan membuat inferensi yang kuat berdasarkan data yang dikumpulkan.
Baca juga: Cara Membuat Latar Belakang Skripsi Kuantitatif

Kesimpulan

Perbedaan antara skripsi kualitatif dan kuantitatif terletak pada cara mereka mendekati penelitian, metode pengumpulan dan analisis data, serta tujuan penelitian. Skripsi kualitatif fokus pada pemahaman mendalam tentang makna, persepsi, dan konteks sosial dari fenomena yang diteliti, sementara skripsi kuantitatif lebih memusatkan perhatian pada pengukuran, generalisasi, dan verifikasi hipotesis menggunakan data numerik. Metode pengumpulan data dan analisisnya juga berbeda, dengan kualitatif menggunakan wawancara, observasi, dan analisis dokumen, sedangkan kuantitatif menggunakan survei, eksperimen, dan analisis statistik. Ini menunjukkan bahwa kedua jenis skripsi memiliki pendekatan unik dalam mempelajari fenomena yang berbeda sesuai dengan kebutuhan penelitian masing-masing.

Dapatkan bantuan ahli untuk menyelesaikan tugas akhir Anda dengan Skripsi Malang! Kami menyediakan layanan konsultasi dan bimbingan yang akan membantu Anda menyelesaikan skripsi Anda dengan tepat waktu dan kualitas terbaik. Hubungi admin Skripsi Malang sekarang untuk mendapatkan panduan dari para pakar dalam berbagai bidang. Jangan biarkan masalah akademis menghalangi kesuksesan Anda, percayakan pada Skripsi Malang untuk mendapatkan solusi yang tepat dan efektif.

Penulis: Dona

This will close in 20 seconds

Open chat
Halo, ada yang bisa kami bantu?