Bagaimana Cara Membuat Latar Belakang Kualitatif yang Baik

Penelitian kualitatif yang unggul tidak hanya ditandai oleh temuan dan analisis yang kuat, namun juga ditopang oleh latar belakang yang mendalam. Sebagai pilar utama, latar belakang berfungsi sebagai fondasi bagi penelitian, memberikan konteks yang diperlukan dipahami. Dengan menyajikan informasi yang mendalam, latar belakang membantu pembaca dalam memahami urgensi dan relevansi dari topik penelitian, memungkinkan mereka untuk merespons temuan dengan baik. 

Dalam upaya mengembangkan latar belakang yang efektif, artikel ini akan membahas tentang serangkaian langkah-langkah yang praktis yang dapat Anda ikuti. Mulai dari pembukaan yang menarik hingga penutupan yang ringkas, artikel ini akan mengajarkan pembaca cara menyusun latar belakang dengan baik. 

Baca juga: Apa itu Skripsi Kualitatif, ciri-ciri, tujuan, dan jenis

Identifikasi Tema dan Konteks Penelitian

Langkah pertama dalam pembuatan latar belakang kualitatif yang efektif adalah identifikasikan tema utama dan konteks penelitian. Memilih tema yang efektif adalah subjek penelitian dan menyoroti pertanyaan penelitian yang ingin dijawab adalah aspek kunci dalam proses ini. Seiring berjalanya waktu, menyajikan konteks sosial, budaya atau historis dimana penelitian dilakukan menjadi langkah yang sangat penting.

Identifikasi tema penelitian haruslah didasarkan pada pemahaman yang mendalam tentang subjek yang diteliti serta relevansi topik tersebut dalam konteks yang lebih luas. Misalnya, penelitian bertujuan untuk memahami pengaruh teknologi terhadap hubungan interpersonal, peneliti harus mempertimbangkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam masyarakat modern sebagai latar belakangnya. Hal ini membantu dalam memberikan pemahaman yang lebih baik kepada pembaca mengenai signifikansi dan urgensi penelitian tersebut.

Konteks penelitian tidak hanya memungkinkan pembaca untuk memahami latar belakang fenomena yang teliti, tetapi juga membantu menafsirkan hasil penelitian. Dengan mempetimbangkan konteks sosial, budaya, atau historis, penelitian menjelaskan hubungan antar fenomena serta pengaruhnya. Identifikasi tema konteks penelitian menjadi fondasi penting untuk latar belakang yang akurat atau kuat.

Review Literatur yang Relevan

Langkah berikutnya setelah mengidentifikasi tema dan konteks penelitian adalah melakukan tinjauan literatur yang cermat. Tinjauan literatur ini penting untuk memperdalam pemahaman Anda tentang penelitian terdahulu yang relevan dengan topik yang Anda teliti. Dengan mempelajari penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, Anda dapat mengidentifikasikan kesenjangan pengetahuan yang masih ada dan tentukan dimana peneliti Anda dapat memberikan kontribusi.

Dalam tinjauan literatur, penting untuk mencantumkan studi-studi relevan dan teori-teori yang mendukung atau menentang pendekatan Anda. Ini membantu membangun dasar pengetahuan yang kuat dan menjelaskan landasan konseptual penelitian Anda, serta mengarahkan pembaca untuk memahami kerangka pemikiran yang digunakan.

Selain itu, Anda dapat menyoroti kontribusi penelitian sebelumnya terhadap pemahaman topik Anda. Ini memperlihatkan bagaimana penelitian Anda melanjutkan kerangka pemikiran yang sudah ada dan menegaskan relevansinya. Sehingga, tinjauan literatur tidak hanya membantu Anda memahami konteks penelitian, tetapi juga menunjukkan kepada pembaca bahwa penelitian Anda memiliki dasar yang kuat dan relevan.

Rasionale Penelitian

Rasionale penelitian adalah tahap penting setelah tinjauan literatur. Anda perlu menjelaskan mengapa penelitian Anda penting dan relevan. Ini melibatkan menunjukkan kebutuhan akan penelitian tersebut, baik dari segi akademis maupun praktis. Misalnya, jika Anda meneliti dampak perubahan iklim terhadap pertanian lokal, Anda dapat menyoroti pentingnya pemahaman perubahan iklim untuk keberlanjutan pertanian dan ketahanan pangan.

Selanjutnya, Anda harus menjelaskan manfaat praktis atau teoritis dari penelitian Anda. Ini termasuk bagaimana temuan Anda akan berkontribusi pada pemahaman teoritis dalam bidang studi Anda dan penerapannya dalam praktik. Misalnya, hasil penelitian Anda tentang strategi adaptasi terhadap perubahan iklim dapat memberikan wawasan baru bagi ilmuwan dan kebijakan untuk merancang program adaptasi yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Dengan merasionalkan penelitian Anda secara komprehensif, Anda membantu memperkuat argumen Anda tentang pentingnya dan relevansi penelitian Anda. Ini juga membantu mempersiapkan landasan yang kuat untuk melakukan penelitian Anda dengan maksimal dan memastikan bahwa hasilnya dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi bidang studi Anda, baik dalam hal pemahaman teoritis maupun implikasi praktis.

Sampaikan Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian adalah fokus utama dalam setiap penelitian ilmiah. Dengan menetapkan tujuan yang jelas, penelitian dapat memandu upaya mereka untuk mencapai hasil yang diinginkan. Tujuan ini dapat bervariasi tergantung pada konteks dan fokus pada penelitian yang telah ditetapkan sebelumnya. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam tujuan penelitian:

1. Spesifik dan Terukur

Tujuan penelitian yang spesifik dan terukur memberikan arah yang jelas bagi proses penelitian. Dengan menyatakan dengan jelas apa yang ingin dicapai dan bagaimana keberhasilannya akan diukur, para peneliti dapat menghindari kebingungan. Sebagai contoh, jika penelitian bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh pola makan terhadap kesehatan mental remaja, tujuan yang spesifik bisa berupa “menganalisis hubungan antara konsumsi makanan sehat dan tingkat depresi pada remaja”. Dengan demikian, tujuan yang jelas memungkinkan peneliti untuk fokus pada variabel yang relevan dan meningkatkan kredibilitas penelitian mereka, karena memiliki kerangka yang jelas untuk menilai hasilnya.

2. Relevan dengan Masalah yang Diteliti

Menghubungkan tujuan penelitian dengan masalah yang sedang diteliti adalah kunci keberhasilan dan relevansi penelitian. Dengan menjadikan tujuan penelitian relevan dengan masalah yang diteliti, peneliti dapat memberikan kontribusi yang berarti terhadap pemahaman atau solusi dari masalah tersebut. Misalnya, penelitian tentang strategi manajemen stres pada mahasiswa harus fokus pada mengidentifikasi strategi yang paling efektif dalam meningkatkan kesejahteraan mental mahasiswa. Dengan demikian, penelitian dapat memberikan dampak substansial dan bermanfaat dalam konteks yang relevan, serta menjawab pertanyaan yang mendasari masalah yang diteliti. Penting bagi peneliti untuk memperhatikan hubungan antara tujuan penelitian dan masalah yang diteliti agar penelitian dapat memberikan manfaat yang maksimal.

3. Realistis

Menetapkan tujuan penelitian yang realistis sangat penting untuk kesuksesan penelitian. Tujuan yang sesuai dengan sumber daya yang tersedia, seperti waktu, tenaga, dan anggaran, membantu para peneliti tetap fokus dan menghindari kekecewaan di kemudian hari. Dengan menyesuaikan tujuan dengan batasan tersebut, peneliti dapat mengalokasikan sumber daya secara efisien dan efektif, memaksimalkan potensi penelitian mereka tanpa melampaui batas yang praktis. Sehingga, keberhasilan penelitian bukan hanya dari capaian tujuan, tetapi juga dari kemampuan peneliti dalam mengelola sumber daya dengan bijak dan memberikan kontribusi bermakna dalam bidang penelitian mereka.

4. Relevan dengan Pemahaman yang Dicari

Tujuan penelitian harus dirancang untuk mendalami pemahaman tentang fenomena yang diteliti, seperti menjawab pertanyaan tertentu, mengidentifikasi pola-pola, atau memahami pengalaman individu dalam konteks tertentu. Sebagai contoh, dalam penelitian tentang pengaruh lingkungan perkotaan terhadap kesejahteraan mental, tujuan penelitian bisa mencakup identifikasi faktor-faktor utama yang mempengaruhi kesejahteraan mental individu. Dengan merancang tujuan yang relevan, para peneliti dapat memastikan penelitian mereka memberikan kontribusi berarti terhadap pengetahuan yang ada. Selain itu, tujuan yang relevan membantu memastikan penelitian memiliki nilai tambah yang signifikan dengan membawa pemahaman baru atau sudut pandang baru terhadap fenomena yang diteliti, memperkaya literatur yang ada, dan memajukan pemahaman kita tentang topik tersebut.

Dengan memperhatikan aspek-aspek tersebut, para peneliti dapat mengembangkan tujuan penelitian yang kuat dan bermakna, yang akan membimbing mereka dalam menjalankan penelitian mereka dengan efektif.

Baca juga: Apa itu Metode Penelitian Mix Methode? Tujuan dan Langkah

Kesimpulan

Dalam membuat latar belakang kualitatif yang baik, identifikasi konteks dan kerangka teoritis yang relevan dengan topik penelitian. Langkah pertama adalah memahami topik secara menyeluruh, termasuk permasalahan dan pemahaman dari literatur yang ada. Selanjutnya, rumuskan pertanyaan penelitian yang tepat dan jelaskan urgensi penelitian. Tinjau kembali teori-teori yang mendukung konsep-konsep dalam penelitian dan kaitannya dengan konteks yang lebih luas. Terakhir, berikan konteks historis, sosial, dan budaya yang relevan untuk membantu pembaca memahami pentingnya penelitian Anda.

Dapatkan bantuan ahli untuk menyelesaikan tugas akhir Anda dengan Skripsi Malang! Kami menyediakan layanan konsultasi dan bimbingan yang akan membantu Anda menyelesaikan skripsi Anda dengan tepat waktu dan kualitas terbaik. Hubungi admin Skripsi Malang sekarang untuk mendapatkan panduan dari para pakar dalam berbagai bidang. Jangan biarkan masalah akademis menghalangi kesuksesan Anda, percayakan pada Skripsi Malang untuk mendapatkan solusi yang tepat dan efektif.

Penulis: Dona

This will close in 20 seconds

Open chat
Ribuan mahasiswa telah terbantu dan berhasil lulus. Konsultasikan skripsimu sekarang...